Pencarian

Guru Ngaji hingga Tokoh Agama di Lampung Utara Duduk Satu Meja Bahas Masa Depan Pendidikan Islam

Senin, 10 Agustus 2026 • 17:37:31 WIB
Guru Ngaji hingga Tokoh Agama di Lampung Utara Duduk Satu Meja Bahas Masa Depan Pendidikan Islam
Para guru ngaji, tokoh agama, dan masyarakat mengikuti dialog NGOPI di Desa Sumber Agung, Lampung Utara.

LAMPUNG UTARA — Percakapan tentang masa depan pendidikan Islam tidak selalu lahir dari ruang rapat yang megah. Di Desa Sumber Agung, Kecamatan Abung Timur, Lampung Utara, obrolan itu justru tumbuh dari meja sederhana dengan secangkir kopi yang tersaji.

Lewat kegiatan NGOPI (Ngobrol Pendidikan Islam) yang digagas Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Kementerian Agama RI, para guru ngaji, tokoh agama, dan masyarakat setempat duduk bersama membicarakan persoalan pendidikan Islam di tengah masyarakat.

Menghadirkan Anggota DPR RI dan Akademisi UIN Raden Intan

Dialog yang berlangsung akrab ini menghadirkan sejumlah pemangku kepentingan. H. Aprozi Alam, anggota DPR RI dari Partai Golkar, tampak hadir memberikan warna tersendiri dalam diskusi.

Dari kalangan akademisi, hadir pula Prof. Dr. H. Deden Makbullah, M.Ag dan Dr. Akbar Tanjung, S.Pd., M.Pd yang menjabat sebagai Wakil Dekan I UIN Raden Intan Lampung. Kehadiran mereka memperkaya gagasan yang mengalir dalam pertemuan tersebut.

Selain itu, tampak hadir anggota DPRD Lampung Utara Guntur Laksana, pengurus PAC Abung Timur Lubis Ismail, serta pengurus PAC Abung Surakarta Achmad Bayu Multazam. Para tokoh masyarakat dan guru ngaji setempat juga memadati kegiatan ini.

Mendengar Aspirasi dari Akar Rumput

NGOPI dirancang sebagai ruang sederhana namun bermakna: mendengar langsung suara para pendidik dari pelosok. Dari meja pertemuan di desa itu, muncul harapan agar perhatian terhadap pendidikan Islam, guru ngaji, dan madrasah terus diperkuat.

Pendidikan tidak selalu dimulai dari ruang kelas yang megah. Kadang, ia tumbuh dari surau, masjid, hingga rumah-rumah sederhana yang dihuni ketulusan seorang guru ngaji dalam mengajarkan ilmu dan akhlak kepada generasi penerus.

Dari Sumber Agung, obrolan tentang pendidikan Islam itu pun menemukan maknanya: mendengar, menyambung aspirasi, dan bersama-sama mencari jalan untuk masa depan pendidikan yang lebih baik.

Follow poroslampung.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: tribunchannel.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks