Pencarian

6 Madrasah di Lampung Timur Perkuat Sistem Perlindungan Anak, Guru Dibekali Modul Self Protection dan Berdaya

Senin, 10 Agustus 2026 • 15:34:31 WIB
6 Madrasah di Lampung Timur Perkuat Sistem Perlindungan Anak, Guru Dibekali Modul Self Protection dan Berdaya
Guru-guru dari enam madrasah di Lampung Timur mengikuti kegiatan penguatan sistem perlindungan anak di MIN 1 Lampung Timur.

LAMPUNG TIMUR — Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Lampung Timur menggelar kegiatan Refresh Kebijakan Mekanisme Perlindungan Anak di Madrasah pada 7–8 Agustus 2026. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru MIN 1 Lampung Timur bersama lima madrasah imbas, yaitu MAS Ma’arif 5 Sekampung, MTs Negeri 2 Lampung Timur, MTs Riyadlatul Ulum Batanghari, MIN 3 Lampung Timur, dan MIS Muhammadiyah Banarjoyo Lampung Timur.

Guru Bukan Hanya Pengajar, tapi Juga Pelindung Anak

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kasi Pendidikan Madrasah (Penmad) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Timur, Latif Khairin Bahri. Ia menekankan bahwa perlindungan anak harus menjadi bagian dari budaya dan keseharian di lingkungan madrasah, bukan sekadar program seremonial.

“Perlindungan anak harus menjadi bagian dari budaya di madrasah. Guru tidak hanya bertugas memberikan pembelajaran akademik, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk memastikan anak merasa aman, dihargai, dan terlindungi selama berada di lingkungan madrasah,” ujarnya.

Materi yang Diberikan: Modul MdM, Self Protection, dan Berdaya

Dalam kegiatan refresh tersebut, para fasilitator guru mendapatkan penguatan pengetahuan dan keterampilan mengenai tiga modul utama. Ketiganya adalah Modul MdM, Self Protection, dan Modul Berdaya yang diharapkan dapat diteruskan kepada peserta didik melalui proses pembelajaran di kelas maupun berbagai aktivitas di lingkungan madrasah.

Pembekalan ini diarahkan agar guru mampu mendampingi anak dalam mengenali situasi yang aman dan tidak aman. Para pendidik juga dibekali cara memahami mekanisme perlindungan diri serta menumbuhkan keberanian anak untuk menyampaikan apabila mengalami atau melihat kondisi yang berpotensi mengancam keselamatan dan kenyamanan mereka.

Dukungan ChildFund International dan YPSK Lampung

Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari ChildFund International bersama mitranya, Yayasan Pembinaan Sosial Katholik (YPSK) Lampung. Turut hadir dari YPSK, Purna Adi Swasana selaku Pimpro LDA, bersama Agustinus S., Lia Mulyana, dan Marselina Anggun F. yang bertindak sebagai PIC Program Perlindungan Anak.

Kehadiran tim YPSK menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan program sekaligus memperkuat kapasitas madrasah dalam membangun sistem perlindungan anak yang berkelanjutan.

Pendidikan untuk Perlindungan dan Kesejahteraan

Latif menegaskan bahwa pemahaman terhadap mekanisme perlindungan anak perlu terus diperkuat agar tidak berhenti pada pemahaman teoritis. Materi yang diperoleh para guru diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di madrasah.

Dengan adanya kegiatan ini, MIN 1 Lampung Timur bersama lima madrasah imbas meneguhkan komitmen untuk menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik. Perhatian terhadap aspek perlindungan dan kesejahteraan peserta didik menjadi prioritas yang sejalan dengan semangat Education for Protection and Wellbeing—membangun lingkungan pendidikan yang mampu mendukung tumbuh kembang anak secara optimal, aman, nyaman, dan bermartabat.

Follow poroslampung.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kemenaglampungtimur.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks