BANDARLAMPUNG — Mobilisasi logistik untuk latihan militer multinasional Super Garuda Shield 2026 mulai berjalan di Lampung. MV Cape San Juan, kapal pengangkut alutsista, resmi bersandar di Pelabuhan Panjang, Bandarlampung, untuk menurunkan muatannya yang akan didistribusikan ke Baturaja, Sumatera Selatan.
General Manager Pelindo Regional 2 Panjang, Hardianto, mengonfirmasi bahwa kapal tersebut membawa peralatan tempur yang akan dipakai dalam rangkaian latihan gabungan. "Pelabuhan Panjang menjadi area sandarnya MV Cape San Juan di Lampung dengan membawa sejumlah alat utama sistem senjata yang akan digunakan dalam rangkaian Latihan Bersama Super Garuda Shield 2026," ujarnya di Bandarlampung, Minggu.
Koordinasi Ketat di Pelabuhan Panjang
Proses bongkar muat alutsista tidak berjalan sendiri. Pelindo Regional 2 Panjang menyiapkan layanan kepelabuhanan yang mencakup kedatangan kapal hingga proses pembongkaran dengan standar keselamatan tinggi.
Hardianto menjelaskan, pihaknya berkoordinasi dengan TNI dan instansi pemerintah untuk memastikan seluruh tahapan operasional berjalan aman dan lancar. "Kami memahami bahwa kegiatan ini memiliki nilai strategis sehingga Pelindo berkomitmen memberikan dukungan secara optimal," katanya.
Dia menambahkan, seluruh proses mulai dari kapal tiba hingga bongkar alutsista didukung penuh dengan mengedepankan aspek keamanan dan ketepatan waktu.
Rute Distribusi Menuju Baturaja
Setelah dibongkar di Pelabuhan Panjang, alutsista tersebut tidak tinggal lama di Lampung. Seluruh peralatan akan langsung didistribusikan menuju Baturaja, Sumatera Selatan, yang menjadi salah satu lokasi pelaksanaan latihan.
Super Garuda Shield sendiri merupakan latihan militer rutin yang melibatkan TNI, militer Amerika Serikat, serta sejumlah negara mitra lainnya.
Jadwal Pemuatan Kembali September 2026
Pelindo Regional 2 Panjang juga telah menyiapkan skenario lanjutan pasca-latihan. Rencananya, alutsista yang digunakan dalam Super Garuda Shield 2026 akan kembali dimuat ke MV Cape San Juan melalui pelabuhan yang sama pada September 2026.
Hingga saat ini, pihak Pelindo belum merinci jadwal pasti kedatangan awal kapal tersebut. Yang jelas, kesiapan infrastruktur dan koordinasi lintas instansi menjadi kunci kelancaran mobilisasi logistik militer berskala internasional ini.