BANDAR LAMPUNG — Tiga lapangan di pelosok kampung Kabupaten Mesuji bakal menjadi panggung kompetisi sepak bola usia muda tertinggi di Provinsi Lampung. Askab PSSI Mesuji menargetkan venue tersebut rampung memenuhi standar nasional sebelum Piala Soeratin U13, U15, dan U17 bergulir pada 9-22 Agustus 2026.
Ketua Askab PSSI Mesuji, Budi Yuhanda, menyatakan kesiapan infrastruktur saat ini sudah mencapai 80 persen dan tinggal tahap penyelesaian akhir. Penunjukan Mesuji sebagai tuan rumah menjadi momentum untuk menghadirkan turnamen berkualitas, meski lokasi berjauhan dari pusat pemerintahan provinsi.
Pembagian Venue dan Perawatan Rumput di Musim Kemarau
Ketiga venue tersebar di dua kecamatan berbeda. Lapangan Margomulyo di Mesuji Timur akan dipakai untuk kelompok umur U13, Lapangan Wonosari di kecamatan yang sama untuk U15, dan Lapangan Mukti Karya di Panca Jaya untuk U17.
Perawatan rumput menjadi pekerjaan rumah terbesar panitia. "Kondisi rumput karena ini musim kemarau panas, jadi kami sudah berusaha tiap hari disiram pagi sore. Penyerahan dibantu dari Dinas Damkar, pemerintah daerah, dan perusahaan, sehingga saat pelaksanaan bisa layak dipakai," kata Budi Yuhanda saat jumpa pers di Kantor Asprov PSSI Lampung di Pahoman, Bandar Lampung, Kamis (6/8/2026).
Warga Diminta Sediakan Homestay untuk Pemain
Jauhnya jarak tempuh dari ibu kota provinsi mendorong panitia melibatkan warga sekitar venue. Rumah-rumah penduduk akan dijadikan tempat menginap para pemain selama kompetisi berlangsung.
Partisipasi masyarakat ini diharapkan memberi dampak ekonomi langsung. Selain menggerakkan usaha kecil di sekitar lapangan, keterlibatan warga menjadi kunci sukses penyelenggaraan turnamen antar-daerah tersebut.
Pengamanan Terkoordinasi Hingga Polda Lampung
Dari sisi keamanan, panitia telah berkoordinasi dengan aparat dari tingkat bawah hingga Polres Mesuji dan Polda Lampung. Izin resmi telah dikantongi, sementara Satpol PP dan protokoler pemerintah daerah setempat siap membantu kelancaran jalannya pertandingan.
Piala Soeratin sendiri merupakan ajang pembinaan usia muda yang menjadi barometer lahirnya bakat-bakat baru sepak bola nasional. Dengan kesiapan venue di tingkat kampung, Mesuji berupaya membuktikan bahwa kualitas penyelenggaraan tidak selalu ditentukan oleh megahnya stadion.