BANDAR LAMPUNG — Kabupaten Tanggamus baru menemukan 960 kasus tuberkulosis dari estimasi 2.532 kasus yang diproyeksikan pada 2026. Capaian notifikasi kasus itu baru sekitar 37 persen dari target, sehingga upaya skrining dan pelacakan kasus di lapangan masih jauh dari cukup.
Sekretaris Daerah Kabupaten Tanggamus Suaidi mengungkapkan, selisih tersebut menjadi bahan evaluasi bersama bagi seluruh unsur TP2TB di daerahnya. "Berbagai bentuk dukungan yang diberikan menjadi motivasi bagi kami untuk meningkatkan kinerja penanggulangan tuberkulosis di Kabupaten Tanggamus," ujarnya dalam rapat koordinasi bersama Pemprov Lampung, Kamis (6/8/2026).
Secara keseluruhan, estimasi kasus tuberkulosis di Provinsi Lampung pada 2026 mencapai 30.745 kasus. Penyakit ini tidak hanya mengancam kesehatan masyarakat, tetapi juga produktivitas karena pengobatan memakan waktu minimal enam bulan.
Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menegaskan, penanggulangan TB bukan sekadar urusan kesehatan. "Karena itu, percepatan eliminasi TB harus menjadi komitmen bersama," kata Jihan di Ruang Sakai Sambayan, Kantor Gubernur Lampung.
Untuk mengejar ketertinggalan, Pemprov Lampung bersama Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) mengembangkan website Peduli TB Lampung. Platform ini dirancang menjadi pintu masuk skrining dini dan pelacakan kasus bagi masyarakat berisiko tinggi sebelum dirujuk ke fasilitas kesehatan.
Selain itu, koordinasi dengan pemerintah pusat terus dilakukan untuk memperkuat sarana