Pencarian

Tern Raih Kontrak US Army Rp 185 Miliar untuk Navigasi Tanpa GPS

Kamis, 10 September 2026 • 19:04:31 WIB
Tern Raih Kontrak US Army Rp 185 Miliar untuk Navigasi Tanpa GPS
Tern meraih kontrak navigasi non-GPS dari Angkatan Darat AS senilai US$11,26 juta.

LAMPUNG — Tern, startup berbasis di Austin, Texas, resmi mengantongi kontrak dari United States Army untuk menyediakan sistem navigasi yang tidak bergantung pada GPS. Nilai kesepakatan mencapai US$11,26 juta, atau sekitar Rp 185,8 miliar dengan kurs Rp 16.500 per dolar AS.

Perusahaan menyebut teknologinya sebagai "Google Maps untuk medan perang." Meski begitu, Tern belum mengungkap skala pasti kendaraan militer yang akan menggunakan sistem ini.

Mengapa Angkatan Darat AS Beralih ke Navigasi Non-GPS

Gangguan sinyal GPS meningkat tajam dalam beberapa tahun terakhir, terutama di Timur Tengah serta wilayah udara Ukraina dan Rusia. Militer AS sendiri dilaporkan pernah bereksperimen dengan GPS jamming — gangguan yang bahkan diduga berkontribusi terhadap kecelakaan pesawat medevac pada awal tahun ini.

Kongres dan pemerintahan Presiden Trump pada periode pertamanya telah mendorong pengembangan teknologi navigasi yang tangguh dan tidak bergantung pada GPS untuk keperluan militer.

Cara Kerja Teknologi Tern di Kendaraan Militer

Kendaraan modern menghasilkan berbagai data saat beroperasi. Tern memanfaatkan sebagian data diagnostik tersebut untuk menentukan posisi tanpa perlu sinyal satelit.

"Kami punya perangkat yang dicolokkan ke papan diagnostik kendaraan, terhubung ke tablet, dan tablet itu menjadi antarmuka bagi prajurit — kami menyediakan posisi, navigasi, dan rute di sana," ujar Shaun Moore, co-founder dan CEO Tern, dalam wawancara.

Moore menambahkan bahwa Tern "mendengarkan secara pasif" informasi tersebut tanpa mengganggu aliran datanya. Perusahaan lalu menggunakan "metode proprietary" untuk mengolah informasi itu menjadi data navigasi yang bisa dipakai.

Pendekatan ini memungkinkan kendaraan menentukan posisinya sendiri secara mandiri melalui edge processing — berguna baik di jalan raya maupun off-road, di dalam terowongan, atau di gurun.

Uji Coba Lintas Negara dan Keunggulan Sistem Tertutup

Brett Harrison, co-founder Tern, baru-baru ini menggunakan teknologi tersebut untuk menavigasi perjalanan sejauh 1.300 mil antara Austin dan Laguna Beach, California. Sepanjang perjalanan, sistem Tern tidak pernah kehilangan posisi kendaraan, sementara GPS konvensional terputus puluhan kali.

Aspek lain yang tak kalah penting: sistem Tern bersifat tertutup. Artinya, teknologi ini bukan sekadar cadangan, melainkan lebih sulit diganggu oleh pihak lawan.

"Saya tidak yakin ada kesadaran luas tentang kerapuhan sistem GPS dari sudut pandang konsumen. Orang hanya melihat titik biru di ponsel dan menganggapnya akan selalu ada karena sekarang ada. Kenapa tidak?" kata Moore.

Latar Belakang Pendiri dan Validasi Kontrak Militer

Harrison, yang merupakan veteran militer, menyebut kontrak dengan Angkatan Darat ini sebagai validasi setelah Tern menghabiskan bertahun-tahun membuktikan teknologinya berfungsi. Pengalamannya di Afghanistan sebagai bagian dari satuan tugas operasi khusus menjadi salah satu pendorong utama keinginan menyelesaikan masalah ini.

"Dari fondasi awal ketika kami memutuskan untuk menempuh upaya ini, kami sadar teknologi ini harus benar-benar bisa dikerahkan, benar-benar skalabel, dan bukan sekadar proyek sains. Kami tidak tertarik hanya melihat apa yang bisa kami buktikan. Kami ingin memastikan ini benar-benar bisa masuk ke lapangan dan bermanfaat," ujar Harrison.

Kontrak ini menandai langkah konkret militer AS dalam mengadopsi navigasi alternatif di tengah meningkatnya ancaman terhadap infrastruktur GPS global. Bagi ekosistem startup pertahanan, kesepakatan Tern menjadi sinyal bahwa teknologi dual-use — yang bisa dipakai di sektor sipil maupun militer — semakin dilirik sebagai solusi strategis.

Follow poroslampung.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: techcrunch.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks