BAKAUHENI — Manajemen PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Bakauheni menegaskan situasi di pelabuhan penyeberangan antar pulau tersebut tetap normal. Hal ini sekaligus membantah kabar yang beredar mengenai kemacetan panjang dan penumpukan kendaraan yang dikaitkan dengan erupsi Gunung Anak Krakatau.
Isu tersebut mulai beredar pada Minggu (6/9/2026) malam dan sempat membuat pengguna jasa, khususnya pengemudi truk dan bus, khawatir aktivitas penyeberangan terganggu. Padahal, hingga pantauan terakhir, seluruh layanan berjalan sesuai jadwal.
Operasional Pelabuhan Dipastikan Normal Pasca Erupsi
Humas ASDP Cabang Bakauheni Andi Kurniawan menyatakan, hingga Senin (7/9/2026), arus kendaraan di pelabuhan terpantau lancar. Pihaknya memastikan tidak ada antrean kendaraan yang mengular seperti yang banyak dibicarakan di media sosial.
"Untuk semua kendaraan lancar ya," kata Andi kepada awak media, Senin (7/9/2026).
Menurutnya, layanan penyeberangan lintasan Bakauheni-Merak tetap berjalan normal sejak aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau meningkat pada akhir pekan. "Sejauh ini sejak erupsi besar Krakatau Sabtu (5/9/2026) sampai hari ini, alhamdulillah semua berjalan normal," ujarnya.
60 Kapal Disiagakan di Dua Sisi Selat Sunda
Data operasional ASDP mencatatkan kesiapan armada yang besar untuk melayani arus penyeberangan. Pada Minggu (6/9/2026), sebanyak 28 kapal disiapkan dan beroperasi dari sisi Pelabuhan Bakauheni.
Sementara itu, dari Pelabuhan Merak di sisi Banten, sebanyak 32 kapal disiapkan untuk mendukung layanan. Total 60 kapal dikerahkan guna memastikan kapasitas angkut tetap aman dan tidak terjadi penumpukan penumpang maupun kendaraan.
Imbauan Antisipasi Debu Vulkanik dan Isu Hoaks
Di tengah kondisi yang normal, ASDP tetap meningkatkan kewaspadaan. Para petugas di kawasan pelabuhan diimbau menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan untuk mengantisipasi paparan debu atau abu vulkanik yang mungkin terbawa angin.
Andi juga mengingatkan masyarakat dan pengguna jasa agar tidak mudah mempercayai informasi yang tidak jelas sumbernya. Terlebih, situasi erupsi Gunung Anak Krakatau saat ini memang memicu kekhawatiran publik.
"Jangan mudah termakan isu yang tidak jelas sumbernya," tegasnya.
ASDP Prioritaskan Keselamatan Pengguna Jasa
Direktur Utama ASDP Heru Widodo menegaskan bahwa aspek keselamatan pengguna jasa dan pelayaran tetap menjadi prioritas perusahaan di tengah meningkatnya aktivitas vulkanik tersebut. Perusahaan terus memantau perkembangan kondisi di sekitar Selat Sunda dan berkoordinasi dengan pihak terkait.
Koordinasi ini dilakukan untuk memastikan layanan penyeberangan tetap aman dan berjalan sesuai dengan kondisi lapangan. ASDP berkomitmen menjaga kelancaran arus logistik dan mobilitas masyarakat yang menghubungkan Pulau Sumatra dan Jawa.