LAMPUNG SELATAN — Karang Taruna Provinsi Lampung resmi membuka posko kewaspadaan bencana di Desa Hatta, Kecamatan Bakauheni, Lampung Selatan. Langkah ini merespons aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) yang belum menunjukkan tanda mereda.
Pendirian posko menjadi tindak lanjut setelah sepekan terakhir organisasi kepemudaan itu aktif menyisir pemukiman warga. Relawan membagikan masker untuk melindungi masyarakat dari paparan abu vulkanik.
Layanan Kesehatan hingga Sosialisasi Keselamatan di Posko
Ketua Karang Taruna Provinsi Lampung Wahrul Fauzi Silalahi menyatakan, pusat bantuan darurat ini disiapkan agar warga mendapat pendampingan kesehatan selama fase erupsi berlangsung.
"Posko yang kita dirikan diisi berbagai kegiatan, mulai dari pemeriksaan kesehatan gratis, pembagian susu dan biskuit, masker, hingga sosialisasi pedoman keselamatan kepada masyarakat," kata Wahrul saat memimpin langsung kegiatan di lokasi.
Mitigasi tidak dipusatkan di satu titik saja. Relawan Karang Taruna dikerahkan mendatangi sekolah-sekolah di sekitar Bakauheni untuk memberi edukasi langsung kepada para pelajar.
"Kita ingin masyarakat tetap tenang menghadapi ketidakpastian erupsi GAK. Tapi tentu harus selalu waspada," tegasnya.
Relawan Keliling ke Pasar Tradisional dan Pengendara Lintas Sumatera
Wahrul memastikan posko dan layanan keliling akan terus beroperasi beberapa hari ke depan. Tim relawan dijadwalkan menyambangi pusat keramaian seperti pasar tradisional.
Sasaran lain adalah pengendara yang melintas di sepanjang Jalan Lintas Sumatera. Jangkauan layanan diperluas agar warga di luar pemukiman tetap terpantau kesehatannya.
Gubernur Lampung dan Ketua Umum Karang Taruna Dukung Penuh
Aksi tanggap darurat kepemudaan itu mendapat sokongan dari pucuk pimpinan daerah. Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dan Ketua Umum Pengurus Nasional Karang Taruna Budisatrio Djiwandono merespons positif inisiatif lapangan para pemuda.
"Pak Gubernur dan Ketua Umum sangat mengapresiasi serta mendukung penuh gerakan kemanusiaan kita," tutup Wahrul.