MWCNU Tanjung Bintang, Lampung Selatan, menyatakan kesiapan penuh untuk mendukung dan menyukseskan gelaran Muktamar Ke-35 NU di Jombang, Jawa Timur. Ketua Tanfidziyah MWCNU Tanjung Bintang, H. Arifin Rahman, menegaskan persiapan tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga mencakup konsolidasi internal bersama pengurus MWC, ranting, dan badan otonom NU.
LAMPUNG SELATAN — Jelang perhelatan akbar lima tahunan, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Tanjung Bintang memastikan kontribusinya tidak hanya sebagai peserta. Organisasi ini tengah melakukan konsolidasi menyeluruh untuk menyerap aspirasi warga NU dari tingkat desa agar keputusan Muktamar nanti benar-benar berpihak pada kebutuhan umat.
H. Arifin Rahman menjelaskan, momentum Muktamar Ke-35 NU harus dimanfaatkan untuk memperkuat silaturahmi dan konsolidasi organisasi. Menurutnya, keputusan besar organisasi harus tetap memiliki keterkaitan erat dengan kebutuhan masyarakat di tingkat ranting dan desa.
Aspirasi dari Akar Rumput untuk Pimpinan Nasional
“MWCNU Tanjung Bintang pada prinsipnya siap mendukung dan menyukseskan pelaksanaan Muktamar Ke-35 NU di Jombang. Persiapan yang kami lakukan bukan hanya berkaitan dengan keikutsertaan secara fisik, tetapi juga melakukan konsolidasi internal bersama pengurus MWC, ranting, serta badan otonom NU,” ujarnya.
Harapan utama yang dibawa dari Tanjung Bintang adalah penguatan organisasi hingga tingkat paling bawah. Selain itu, peningkatan kapasitas kader serta penguatan sektor pendidikan, dakwah, kesehatan, sosial, dan pemberdayaan ekonomi warga menjadi fokus perhatian.
“Kami ingin momentum Muktamar ini menjadi ruang untuk memperkuat silaturahmi, konsolidasi organisasi, dan menyerap aspirasi warga NU di tingkat bawah. Karena bagi kami, keputusan-keputusan besar NU harus tetap memiliki keterkaitan dengan kebutuhan masyarakat di tingkat ranting dan desa,” jelasnya.
Kaderisasi dan Kemandirian Organisasi Jadi Prioritas
Di tengah jumlah warga yang sangat besar, H. Arifin Rahman menilai pengelolaan potensi tersebut membutuhkan organisasi yang tertib dan kader yang berkualitas. Penguatan kaderisasi dan kemandirian organisasi menjadi hal penting yang perlu mendapat perhatian NU secara nasional.
“Menurut kami, yang paling penting adalah penguatan kaderisasi dan kemandirian organisasi. NU mempunyai jumlah warga yang sangat besar, tetapi potensi tersebut harus dikelola dengan baik melalui organisasi yang tertib, kader yang berkualitas, dan program yang menyentuh kebutuhan masyarakat,” kata dia.
Di tingkat bawah, masyarakat membutuhkan kehadiran NU dalam berbagai persoalan kehidupan sehari-hari. Pelayanan sosial, pendidikan, ekonomi, kesehatan, pendampingan masyarakat, serta penguatan keagamaan perlu terus diperkuat agar manfaat organisasi benar-benar dirasakan.
UMKM dan Koperasi Jadi Instrumen Kemandirian Ekonomi Warga
Potensi ekonomi masyarakat Tanjung Bintang dinilai sangat beragam, mulai dari sektor pertanian, perdagangan, UMKM, usaha kuliner, peternakan, jasa, hingga usaha kecil yang berkembang di desa-desa. Penguatan ekonomi warga melalui UMKM dan koperasi menjadi perhatian serius MWCNU setempat.
“Ke depan, warga NU perlu didorong agar tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga menjadi pelaku ekonomi. UMKM warga perlu dibantu dalam hal penguatan manajemen, pemasaran, permodalan, legalitas usaha, dan pemanfaatan teknologi digital,” ujarnya.
Selain UMKM, koperasi dipandang sebagai instrumen strategis untuk menghimpun kekuatan ekonomi warga secara bersama-sama. Prinsipnya, potensi ekonomi warga NU dapat dihimpun sehingga memberikan manfaat kolektif yang lebih besar.
“Koperasi juga dapat menjadi salah satu instrumen untuk membangun kekuatan ekonomi bersama. Prinsipnya adalah bagaimana potensi ekonomi warga NU dapat dihimpun sehingga memberikan manfaat,” imbuhnya.
H. Arifin Rahman berharap program NU ke depan tidak hanya kuat di tingkat struktural, tetapi juga benar-benar terasa manfaatnya bagi masyarakat bawah. “Harapan kami, Muktamar Ke-35 NU dapat menghasilkan keputusan yang semakin memperkuat NU sebagai organisasi yang hadir untuk umat dan masyarakat,” ungkapnya.