TANGGAMUS — Pemerintah Kabupaten Tanggamus mendorong agar dana desa tidak hanya digunakan untuk pembangunan fisik, tetapi juga dialokasikan secara signifikan untuk sektor kesehatan. Sekretaris Daerah Suaidi secara spesifik meminta para kepala pekon menganggarkan insentif bagi kader kesehatan serta operasional Unit Pelayanan Kesehatan Desa/Kelurahan (UPKD/K) dan Posyandu.
Anggaran Desa untuk Operasional Puskesmas Pembantu dan Posyandu
Dalam sambutannya saat membuka Pertemuan Sosialisasi dan Advokasi Penyelenggaraan ILP, Suaidi menyebutkan bahwa Kabupaten Tanggamus telah mencapai 100 persen implementasi ILP di seluruh puskesmas. Namun, ia menilai capaian tersebut harus diimbangi dengan penguatan di tingkat pekon.
“Saya meminta Kepala Pekon secara aktif menyelaraskan APBDes/Dana Desa untuk mendukung operasional sarana kesehatan primer, insentif kader, serta pemenuhan sarana dasar UPKD/K,” tegas Suaidi di hadapan para camat dan kepala pekon se-Kabupaten Tanggamus.
Kader Kesehatan Jadi Garda Terdepan Pemantauan Warga
Suaidi menyoroti peran strategis kader yang menjadi ujung tombak pemantauan kesehatan masyarakat. Mulai dari ibu hamil, bayi, remaja, hingga lanjut usia, semua berada dalam jangkauan pemantauan kader di tingkat desa.
Menurutnya, pelayanan kesehatan primer tidak akan berjalan optimal jika hanya mengandalkan tenaga medis di puskesmas. Keberadaan Pustu, Posyandu, dan UPKD/K menjadi vital untuk menjangkau warga di pelosok.
Kolaborasi Lintas Sektor dan Hibah Global Fund
Selain penganggaran, Suaidi menekankan pentingnya kolaborasi antara Dinas Kesehatan, Dinas PMD, Bapperida, dan pemerintah kecamatan. Ia meminta agar tidak ada lagi ego sektoral dalam urusan pelayanan kesehatan.
“Upayakan agar tidak ada lagi ego sektoral dalam urusan menyelamatkan nyawa manusia dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Tanggamus,” katanya.
Kegiatan sosialisasi ini juga turut didukung oleh hibah Global Fund melalui komponen Resilient and Sustainable System for Health (RSSH) 2026. Suaidi menilai bantuan tersebut mempercepat pelaksanaan program ILP di lapangan.
Target: Rencana Tindak Lanjut yang Konkret dan Terukur
Menutup sambutannya, Suaidi mengajak seluruh peserta untuk menyusun rencana tindak lanjut yang konkret dan dapat segera diimplementasikan di masing-masing wilayah. Ia berharap sinergi ini mampu memperkuat layanan kesehatan primer sekaligus mendukung visi Tanggamus Sehat.
Kegiatan yang digelar di Aula Serumpun Padi, Gisting, itu dihadiri oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), jajaran Dinas Kesehatan, Bapperida, serta organisasi profesi.