LAMPUNG TIMUR — Bukan sekadar seremonial, peninjauan Wapres Gibran ke lokasi pembangunan Jembatan Way Bungur kali ini menyertakan pengecekan langsung dari sisi perairan. Usai menerima paparan teknis di darat, Wapres menaiki perahu menyusuri aliran Way Bungur untuk melihat posisi trase jembatan dan kondisi sungai.
Wapres didampingi Wagub Lampung Jihan Nurlela, Kapolda Lampung, Pangdam II/Sriwijaya, dan Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah. Turut hadir jajaran pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten.
Spesifikasi Jembatan: Rangka Baja 80 Meter dan Konstruksi Pile Slab
Berdasarkan paparan teknis di lokasi, Jembatan Way Bungur dirancang dengan bentang utama rangka baja sepanjang 80 meter. Konstruksinya didukung pile slab sepanjang 550 meter, MSE Wall 114 meter, PC-I Girder 20 meter, serta RBI sepanjang 80 meter.
Saat ini, proses pembangunan masih berada pada tahap penyelesaian administrasi. Dua pekerjaan utama yang tengah berjalan adalah pembebasan lahan dan perizinan lingkungan.
Mengapa Jembatan Baru Dibangun?
Pembangunan jembatan baru menjadi jawaban atas sejumlah persoalan pada jembatan eksisting. Kondisi di lapangan menunjukkan adanya kerusakan pada timbunan oprit, struktur yang tidak lagi simetris, serta keterbatasan kapasitas yang selama ini menghambat mobilitas masyarakat dan distribusi barang.
Kehadiran jembatan ini diharapkan memangkas waktu tempuh antarwilayah di kawasan pesisir Kecamatan Way Bungur. Akses terhadap layanan pendidikan, kesehatan, dan aktivitas perdagangan pun diprediksi meningkat.
Target Ekonomi: Distribusi Hasil Pertanian dan Perikanan Lebih Cepat
Bagi Pemerintah Provinsi Lampung, proyek ini memiliki arti strategis. Jembatan Way Bungur tidak hanya menghadirkan infrastruktur fisik, tetapi juga membuka akses ekonomi baru bagi masyarakat.
Pemerintah daerah optimistis jembatan ini akan mempercepat distribusi hasil pertanian, perkebunan, dan perikanan dari wilayah pesisir ke pusat-pusat ekonomi. "Pembangunan infrastruktur yang terintegrasi menjadi fokus kami dalam mendukung visi daerah menciptakan konektivitas yang semakin baik," demikian pernyataan dari Dinas Kominfotik Provinsi Lampung.
Melalui dukungan Pemerintah Pusat, konektivitas di kawasan timur Lampung diharapkan semakin kuat. Infrastruktur ini diproyeksikan menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi baru sekaligus meningkatkan daya saing daerah.