BANDAR LAMPUNG — Langkah restrukturisasi organisasi yang dilakukan Bank Lampung sejak Desember 2025 mulai membuahkan hasil. Pada Semester I 2026, bank milik pemerintah daerah ini berhasil membukukan total aset Rp11,5 triliun, naik 6,38 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Direktur Utama Bank Lampung, Indra Merviana, mengungkapkan bahwa transformasi kelembagaan menjadi kunci utama. Perusahaan telah membentuk divisi baru, yakni Divisi Bisnis Produk dan Layanan Digital, serta Unit Kerja Khusus (UKK) Cyber yang sebelumnya bergabung dengan Divisi Manajemen Risiko.
"Sekarang dibuat menjadi unit tersendiri agar lebih fokus dalam penguatan keamanan siber," kata Indra saat memaparkan kinerja di acara Kinerja Industri Jasa Keuangan Provinsi Lampung Semester I 2026 di Hotel Azana, Jumat (10/7/2026).
Pembaruan Visi dan Peran di Musrenbang
Bank Lampung juga memperbarui visi dan misi perusahaan. Targetnya, seluruh pengelolaan keuangan pemerintah daerah bisa terintegrasi melalui bank ini, menjadikannya mitra strategis bagi pemda.
Untuk mewujudkannya, Bank Lampung tidak hanya duduk di kantor. Mereka rutin mengikuti Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dan kunjungan kerja Gubernur Lampung ke berbagai kabupaten.
"Kalau kami turun langsung ke daerah, kami bisa mengetahui kebutuhan masyarakat. Misalnya petani membutuhkan alsintan, sementara dalam program pemerintah tersedia KUR Alsintan. Jadi kami bisa langsung menyesuaikan pembiayaan," jelas Indra.
Sinergi KUB dengan Bank Jatim: Bukan Sekadar Syarat OJK
Kerja sama dalam KUB bersama Bank Jatim, yang dimulai dengan penandatanganan Shareholders Agreement (SHA) pada Desember 2025, telah membawa dampak nyata. Indra menyebut, sinergi ini tidak hanya untuk memenuhi ketentuan modal inti minimum OJK, tetapi juga memperkuat tata kelola.
"Melalui KUB kami melakukan banyak pembelajaran dengan Bank Jatim sebagai bank induk. Kami melakukan benchmarking dalam pengelolaan teknologi informasi, human capital, manajemen risiko hingga tata kelola perusahaan," ujarnya.
Kinerja Keuangan Melampaui Target RBB
Dari sisi keuangan, Bank Lampung mencatatkan pertumbuhan positif di hampir semua indikator utama. Penyaluran kredit meningkat 9,89 persen secara tahunan, sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh lebih tinggi, yakni 11,36 persen.
Indra menegaskan, realisasi ini telah melampaui target yang ditetapkan dalam Rencana Bisnis Bank (RBB). "Posisi Juni 2026, rata-rata pencapaian indikator utama sudah berada di atas 100 persen dibanding target RBB," katanya.
Rasio kecukupan modal (CAR) Bank Lampung tercatat sangat sehat, yakni 29,27 persen, jauh di atas ketentuan minimum OJK. Sementara rasio pinjaman terhadap simpanan (LDR) berada di level 88,55 persen, masih dalam kisaran ideal regulator.
Dukungan untuk Koperasi Desa Merah Putih
Ke depan, Bank Lampung akan dilibatkan dalam pengembangan program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Salah satu bentuk dukungan yang tengah disiapkan adalah penyediaan agen L-Smart di setiap koperasi desa.