LAMPUNG — FIFA mengambil keputusan tegas terkait aksi brutal Quansah di babak 16 besar. Kartu merah yang ia terima di Stadion Azteca, Senin (6/7), memaksanya menepi lebih lama dari perkiraan awal.
Tekel Brutal ke Jesus Gallardo Berujung Sanksi Berat
Insiden terjadi di babak kedua saat Inggris berjuang mempertahankan keunggulan 3-2 atas tuan rumah. Quansah, yang berusaha merebut bola, justru menendang tulang kering Jesus Gallardo. Wasit langsung mengusirnya setelah mengecek tayangan ulang melalui monitor di pinggir lapangan.
Sky Sports melaporkan, aksi Quansah dinilai melanggar pasal 14 kode etik FIFA tentang pelanggaran serius. Hukuman larangan bermain dua laga pun dijatuhkan, bukan sekadar satu pertandingan seperti yang mungkin diantisipasi sebagian pihak.
Absen Lawan Norwegia dan Potensi Semifinal
Sebelumnya, Quansah sudah dipastikan absen pada laga perempat final melawan Norwegia, Minggu (12/7) pukul 04.00 WIB. Dengan putusan ini, ia juga tidak akan tampil jika Inggris melaju ke semifinal.
Satu-satunya skenario yang memungkinkan Quansah kembali berseragam Inggris adalah jika tim asuhan Thomas Tuchel berhasil melangkah ke partai final pada Senin, 20 Juli mendatang. Situasi ini menjadi pukulan berat bagi lini pertahanan Inggris.
Krisis Bek Kanan di Skuad The Three Lions
Absennya Quansah memperparah masalah yang sudah membayangi sektor kanan pertahanan Inggris. Reece James belum tampil sejak menderita cedera hamstring di laga fase grup melawan Ghana. Sementara Djed Spence yang sempat cedera baru dinyatakan fit sebagai pemain pengganti saat melawan Meksiko, di mana ia masuk pada pertengahan babak kedua.
Tuchel kini harus memutar otak untuk mengisi pos bek kanan yang kian kritis. Dengan stok pemain yang terbatas, keputusan wasit yang berujung pada sanksi Quansah ini bisa menjadi faktor penentu perjalanan Inggris di turnamen.