PRINGSEWU — Puluhan kader kesehatan dari berbagai desa di Kabupaten Pringsewu mengikuti Pelatihan Kader Pendamping Gizi yang digagas Majelis Kesehatan (MKes) PWA Lampung. Kegiatan dua hari itu berlangsung di Kampus UMPRI dan Desa Blitar Rejo, melibatkan Dinas Kesehatan setempat serta mahasiswa Profesi Ners UMPRI.
Wakil Ketua PWA Lampung Bidang Kesehatan, Pristi Wahyudiawati, menegaskan bahwa kader adalah penggerak utama perubahan perilaku di masyarakat. “Kader tidak hanya memiliki pengetahuan yang lebih baik tentang gizi, tetapi juga mampu menjadi pendamping, motivator, dan edukator bagi keluarga sehingga berbagai permasalahan gizi dapat dicegah sejak dini,” ujarnya.
Kader Bukan Sekadar Penyampai Informasi
Rita Sari yang mewakili MKes PWA Lampung dalam pemaparannya menekankan bahwa peran kader kini lebih strategis. “Kader merupakan agen perubahan yang sangat dekat dengan masyarakat. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas kader menjadi investasi penting dalam membangun perilaku hidup sehat,” kata Rita.
Ia menambahkan, kader harus mampu mengidentifikasi masalah gizi di lingkungannya dan berkoordinasi dengan tenaga kesehatan setempat. Materi pelatihan mencakup pendampingan gizi keluarga, komunikasi efektif dalam edukasi kesehatan, hingga praktik lapangan yang aplikatif.
Mahasiswa Ners UMPRI Terjun Langsung ke Desa
Sebagai bagian dari implementasi, mahasiswa Profesi Ners UMPRI melaksanakan praktik keperawatan komunitas di Desa Blitar Rejo. Kegiatan ini didampingi Janu Purwono, memberikan pengalaman langsung bagi mahasiswa untuk mengintegrasikan ilmu keperawatan dengan pemberdayaan kader dan keluarga.
Pemerintah Desa Blitar Rejo turut mendukung penuh. Hadir dalam kegiatan Bidan Desa Catur Yuli Megawati dan Sekretaris Desa Riyan Suhadi. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen desa dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan warga melalui penguatan kader.
Kolaborasi Lintas Sektor untuk Target Indonesia Emas 2045
Pelatihan ini merupakan hasil sinergi PP ‘Aisyiyah, MKes PWA Lampung, PDA Pringsewu, Dinas Kesehatan Kabupaten Pringsewu, UMPRI, dan pemerintah desa. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang agar kader mampu menjalankan perannya secara berkelanjutan di wilayah masing-masing.
“Melalui gerakan pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan, ‘Aisyiyah terus meneguhkan perannya sebagai organisasi perempuan Islam berkemajuan. Sinergi ini menjadi ikhtiar bersama mewujudkan keluarga Indonesia yang sehat, mandiri, dan berkemajuan menuju Indonesia Emas 2045,” pungkas Pristi.