LAMPUNG — Anthropic memperkenalkan Claude Sonnet 5 sebagai model AI terbaru yang mengedepankan kemampuan agen otonom (agentic capabilities) di kelas harga menengah. Dalam pengumuman resmi, perusahaan menyebut model ini bisa merencanakan, menggunakan alat seperti browser dan terminal, serta berjalan secara mandiri pada level yang sebelumnya hanya bisa dicapai oleh model lebih besar dan mahal.
Pernyataan ini sejalan dengan tren industri yang digaungkan OpenAI lewat GPT-5.6 Sol dan Google lewat Gemini 3.5 Flash. Ketiganya menjadikan kemampuan otonom sebagai standar baru, bukan lagi fitur premium.
Harga dan Ketersediaan
Claude Sonnet 5 tersedia mulai Selasa (15/4) sebagai model default untuk pengguna paket gratis dan Pro. Harga promosi berlaku hingga 31 Agustus: USD 2 per juta token input dan USD 10 per juta token output (estimasi Rp 33.000 dan Rp 165.000). Setelah itu, tarif naik menjadi USD 3 per juta token input dan USD 15 per juta token output.
Dengan banderol tersebut, Sonnet 5 lebih murah dibanding Opus 4.8, GPT-5.5, dan Gemini 3.1 Pro. Namun masih lebih mahal dari Gemini 3.5 Flash.
Performa dan Benchmark
Dibanding pendahulunya Sonnet 4.6 yang rilis Februari lalu, Sonnet 5 menunjukkan peningkatan signifikan pada kemampuan penalaran, penggunaan alat, coding, dan kerja pengetahuan. Dalam satu tolok ukur, Sonnet 5 mencetak skor 63,2% untuk agentic coding, naik dari 58,1% milik Sonnet 4.6 dan mendekati Opus 4.8 di angka 69,2%.
Menariknya, pada tolok ukur kerja pengetahuan, Sonnet 5 justru sedikit mengungguli Opus 4.8 — model yang dikenal unggul dalam menyelesaikan masalah sulit seperti penilaian halus dan riset mendalam. “Opus 4.8 masih jadi pilihan untuk akurasi lebih tinggi, tapi Sonnet 5 memberi pengembang opsi lebih murah dengan kualitas jauh lebih baik dari sebelumnya,” tulis Anthropic dalam blognya.
Keandalan dan Keamanan
Daniel Shepard, senior engineer di Zapier, menguji Sonnet 5 untuk tugas dua bagian: memperbarui tingkatan akun Salesforce dan mengirim pengumuman ke kontak perusahaan. “Dulu tugas seperti ini sering macet di tengah jalan. Sekarang selesai dari awal sampai akhir,” katanya dalam pernyataan resmi.
Dari sisi keamanan, Sonnet 5 menunjukkan tingkat perilaku tak diinginkan yang lebih rendah — seperti kerja sama dengan penyalahgunaan dan penipuan — dibanding Sonnet 4.6. Model ini lebih baik dalam menolak permintaan berbahaya dan menghindari serangan injeksi prompt. Tingkat halusinasi dan perilaku menjilat (sycophancy) juga menurun.
Meski begitu, Sonnet 5 belum setara Opus 4.8 dan Claude Mythos Preview dalam menangani perilaku menyimpang. “Evaluasi menunjukkan kemampuan model ini untuk melakukan tugas keamanan siber berbahaya jauh lebih rendah dibanding model Opus kami saat ini,” tulis Anthropic.
Fabian Hedin, salah satu pendiri Lovable, menambahkan, “Model yang tahu kapan harus menolak sama pentingnya dengan model yang tahu cara membangun. Sonnet 5 menolak permintaan tidak aman dengan bersih dan konsisten.”
Dengan kombinasi harga lebih murah, performa mendekati model flagship, dan peningkatan keamanan, Claude Sonnet 5 menjadi pilihan menarik bagi pengembang dan bisnis yang ingin mengadopsi agen AI otonom tanpa harus merogoh kocek dalam.