BANDAR LAMPUNG — Sebanyak 300 pedagang daging sapi di Bandar Lampung menghentikan aktivitas jualan mereka sejak Senin (22/6/2026). Mereka menuntut adanya penyesuaian harga jual di tingkat konsumen yang selama ini ditahan demi menjaga pelanggan.
Ketua Persatuan Pedagang Daging (PPD) Bandar Lampung, Tampan Sujarwadi, mengungkapkan bahwa harga sapi hidup dari feedloter dan peternak naik hingga Rp 10 ribu per kilogram sejak Desember 2025. Kenaikan itu membuat harga per ekor sapi bertambah Rp 5-6 juta.
Harga Sapi Hidup Naik, Pedagang Pilih Tahan Harga Jual
Jika sebelumnya harga sapi hidup di kisaran Rp 50 ribu per kg, kini sudah menyentuh Rp 60 ribu per kg. Namun di pasar, para pedagang berusaha mempertahankan harga lama agar pelanggan—terutama pedagang bakso, katering, dan penyedia program MBG—tetap setia.
Harga daging standar yang mereka jual masih Rp 130 ribu per kg, sementara daging super Rp 140 ribu per kg. Kondisi ini membuat pedagang perlahan merugi. “Idealnya, saat ini di Bandar Lampung harga daging standar dijual Rp 140 ribu per kg dan Rp 150 ribu per kg untuk daging super,” kata Tampan, yang juga pemilik kios Subaru Daging Sapi di Pasar Tamin.
Perbandingan Harga: Bandar Lampung vs Jakarta
Sebagai gambaran, harga daging sapi di Jakarta saat ini sudah mencapai Rp 155.000-160.000 per kg. Artinya, selisih harga antara Bandar Lampung dan ibu kota cukup lebar, sekitar Rp 15.000-20.000 per kg.
Menurut Tampan, tanpa penyesuaian harga, pedagang mustahil bisa bertahan. “Karena itu, sebelum penyesuaian harga baru diberlakukan, sekitar 300 pedagang daging di Bandar Lampung memilih opsi mogok berjualan sementara,” ujarnya.
Apa Langkah Selanjutnya?
Hingga berita ini diturunkan, belum ada kepastian kapan para pedagang akan kembali berjualan. Mogok ini menjadi sinyal keras bagi rantai distribusi daging sapi di Bandar Lampung, yang selama ini bergantung pada pasokan dari feedloter dan peternak lokal.
Pedagang berharap ada kebijakan dari pemerintah daerah atau kesepakatan baru dengan pemasok agar harga di tingkat konsumen bisa disesuaikan tanpa membebani pembeli secara drastis.