LAMPUNG — Banjir rob yang menerjang sebagian kawasan Pelabuhan Kalimas pada Senin lalu hanya bersifat sementara. General Manager Pelabuhan Kalimas dan Terminal Penumpang, Ana Andiliya, mengungkapkan genangan air surut dalam waktu kurang dari dua jam dan tidak berdampak signifikan terhadap operasional.
“Banjir rob yang terjadi merupakan fenomena alam yang disebabkan oleh pasang air laut, sehingga permukaan air laut mengalami kenaikan beberapa sentimeter dan menggenangi sejumlah area pesisir, termasuk sebagian kawasan pelabuhan,” kata Ana dalam keterangan resmi, Selasa (16/6/2026).
Pompa Disiagakan, Saluran Drainase Dinormalisasi
Untuk mengantisipasi potensi rob susulan, Pelindo telah menyiapkan sejumlah langkah mitigasi. Normalisasi saluran pembuangan air atau drainase dilakukan secara rutin agar aliran air tetap optimal saat air laut pasang.
“Sejumlah pompa air juga telah disiagakan untuk mempercepat proses pengaliran air kembali ke laut apabila terjadi genangan,” jelas Ana.
Selain infrastruktur, Pelindo juga menerjunkan tim operasional dan personel pemantau di lokasi-lokasi yang rawan terdampak. Tim ini bertugas memberikan respons cepat jika fenomena rob kembali terjadi selama periode yang diprediksi BMKG.
Imbauan untuk Pengguna Jasa dan Warga Sekitar
Ana menegaskan bahwa koordinasi dengan BMKG dan instansi terkait terus dilakukan untuk memantau perkembangan pasang surut air laut. Pelindo berkomitmen menjaga kelancaran pelayanan bagi pengguna jasa pelabuhan di tengah kondisi cuaca ekstrem.
“Kami juga mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir rob serta senantiasa mengikuti informasi resmi dari otoritas terkait,” pungkasnya.
Pelabuhan Kalimas sendiri merupakan salah satu simpul logistik penting di Jawa Timur yang melayani aktivitas bongkar muat barang dan penumpang. Dengan kesiapsiagaan ini, Pelindo berharap rantai pasok dan mobilitas di kawasan tersebut tetap terjaga meski cuaca laut tidak menentu.