LAMPUNG UTARA — Tali baja setebal lengan direntangkan satu per satu melintasi Sungai Way Arum. Puluhan personel TNI dan warga bahu-membahu menarik, membentangkan, dan mengencangkan material yang menjadi tulang punggung struktur Jembatan Gantung Perintis Garuda. Pekerjaan berlangsung sejak pagi hari, Sabtu (13/6/2026).
Medan Berat dan Ancaman Luapan Sungai Way Arum
Pemasangan tali seling baja utama bukan perkara mudah. Medan berbukit dan akses terbatas menjadi tantangan tersendiri. Komandan Koramil 412-07/ABB, Kapten Inf Sugiono, memimpin langsung prosesi penarikan kabel dari satu ujung ke ujung lainnya.
Pemilihan material baja ekstra kuat menjadi prioritas. Pasalnya, saat cuaca ekstrem dan hujan deras, debit air Sungai Way Arum bisa meluap hingga kedalaman 6 meter. Ketahanan struktur terhadap tekanan air dan angin menjadi syarat mutlak.
500 Kepala Keluarga di Dua Desa Bakal Menikmati Akses Baru
Jembatan ini ditargetkan menghubungkan Desa Pekurun dan Desa Aji Kagungan. Sekitar 500 kepala keluarga selama ini harus menempuh jalur memutar yang panjang dan berbahaya, terutama saat musim penghujan.
"Kami bahu-membahu menembus tantangan medan dan geografis. Ini bukti nyata persatuan TNI dan rakyat adalah modal terkuat dalam pembangunan daerah," ujar Kapten Inf Sugiono dalam keterangan yang diterima redaksi.
Manfaat: Sekolah, Pemerintahan, dan Hasil Panen Lebih Cepat
Jika rampung, jembatan gantung ini tidak hanya memangkas jarak tempuh. Warga bisa mengakses sekolah dengan lebih aman. Urusan pemerintahan desa pun menjadi lebih efisien. Yang paling dinanti: pengangkutan hasil panen menuju tempat pemasaran tidak lagi terkendala akses jalan yang sulit.
Semangat gotong royong yang terjalin erat ini menjadi bukti nyata bahwa persatuan antara TNI dan rakyat adalah modal terkuat dalam mewujudkan pembangunan daerah. Harapannya, pekerjaan ini dapat segera rampung dan membawa manfaat serta berkah bagi kemajuan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Lampung Utara.