LAMPUNG UTARA — Pangdam XXI/Radin Inten, Mayjen TNI Kristomei Sianturi, memanfaatkan kunjungan kerjanya di Desa Pekurun untuk merawat hubungan antara TNI dan warga. Ia menyebut pertemuan dengan unsur Forkopimda, tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat pada Sabtu (6/6/2026) sebagai momentum memperkuat sinergi yang sempat terganggu.
Kesalahpahaman yang Coba Diluruskan
Dalam kesempatan itu, Pangdam secara terbuka menyampaikan permohonan maaf atas insiden yang melibatkan prajurit Brigif TP 45/SB dengan pemuda Desa Pekurun. Ia tidak merinci bentuk kesalahpahaman tersebut, tetapi menekankan bahwa komunikasi yang baik adalah kunci menjaga kondusivitas wilayah.
"Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan harmonis antara TNI dan masyarakat," ujar Kristomei dalam sambutannya.
Bukan Sekadar Seremoni, Ada Aksi Nyata
Kunjungan Pangdam tidak hanya diisi dengan pertemuan. Ia juga meninjau langsung kegiatan pembersihan eceng gondok di Bendungan Way Rarem. Aktivitas itu dikerjakan oleh prajurit Brigif TP 45/SB sebagai bentuk dukungan terhadap Pemerintah Kabupaten Lampung Utara dalam menjaga fungsi dan kelestarian bendungan.
Eceng gondok yang menutupi permukaan bendungan selama ini dikhawatirkan mengganggu aliran irigasi dan meningkatkan sedimentasi. Langkah pembersihan ini menjadi sinyal bahwa TNI siap terjun dalam urusan sipil yang berdampak langsung pada warga.
Harapan Warga: Tak Ada Lagi Jarak
Masyarakat Desa Pekurun menyambut positif langkah Pangdam. Mereka berharap hubungan yang lebih erat antara TNI dan warga bisa terus berlanjut, tidak hanya saat ada masalah.
"Kami ingin kebersamaan ini tidak berhenti di sini. Semoga pembangunan dan keamanan di Lampung Utara semakin kuat," ujar salah satu tokoh masyarakat setempat.
Pangdam menegaskan bahwa sinergi antara TNI dan seluruh komponen masyarakat adalah modal utama mewujudkan Desa Pekurun yang aman, maju, dan sejahtera.