Pencarian

Kuota Beasiswa Sawit 2026 Naik Jadi 5.000 Orang, Ditjenbun Targetkan Cetak Profesional Muda dari Keluarga Pekebun

Kamis, 04 Juni 2026 • 10:15:31 WIB
Kuota Beasiswa Sawit 2026 Naik Jadi 5.000 Orang, Ditjenbun Targetkan Cetak Profesional Muda dari Keluarga Pekebun
Kuota Beasiswa Pendidikan SDM Perkebunan Kelapa Sawit naik menjadi 5.000 orang pada 2026.

JAKARTA — Ribuan generasi muda dari keluarga pekebun dan pekerja sawit di seluruh Indonesia kini punya peluang lebih besar untuk kuliah gratis. Pemerintah menaikkan kuota penerima Beasiswa Pendidikan SDM Perkebunan Kelapa Sawit menjadi 5.000 orang pada tahun 2026, naik signifikan dari tahun-tahun sebelumnya.

Kenaikan kuota ini disampaikan Direktur Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma Ditjenbun, Dr. Iim Mucharam, dalam Sosialisasi Perdana Beasiswa Pendidikan SDM Perkebunan Kelapa Sawit Tahun 2026, Rabu (3/6/2026). Acara yang digelar secara daring itu dihadiri perwakilan pemerintah daerah, perguruan tinggi, perusahaan perkebunan, organisasi petani, hingga calon peserta.

Siapa Saja yang Bisa Mendaftar Beasiswa Sawit 2026?

Program ini tidak hanya terbuka untuk pekebun dan keluarganya. Pekerja atau karyawan perkebunan beserta keluarga, pengurus kelembagaan pekebun, pengurus asosiasi sawit, aparatur sipil negara di bidang kelapa sawit, serta penyuluh perkebunan juga memenuhi syarat. Khusus pengurus kelembagaan dan asosiasi, diwajibkan memiliki masa pengabdian minimal dua tahun.

Bidang Studi Apa yang Ditawarkan?

Pemerintah membagi program dalam dua jalur. Jalur akademik mencakup agroteknologi, agribisnis, dan teknologi pengolahan hasil pertanian. Sementara jalur vokasi lebih praktis: pembenihan, pembibitan, budidaya tanaman, pemeliharaan tanaman, teknologi produksi, teknik mesin perkebunan, hingga kompetensi teknis lain yang dibutuhkan di rantai nilai industri sawit.

“Program Beasiswa Perkebunan Kelapa Sawit memberikan kesempatan kepada generasi muda perkebunan untuk menempuh pendidikan tinggi pada jenjang akademik maupun vokasi yang relevan dengan kebutuhan pembangunan sektor perkebunan kelapa sawit,” ujar Iim dalam pemaparannya.

Berapa Batas Usia dan Syarat Akademiknya?

Peserta dibatasi maksimal berusia 23 tahun. Untuk lulusan SMA, SMK, atau MA, nilai rata-rata rapor dari semester satu hingga lima minimal 7. Sedangkan lulusan diploma diwajibkan memiliki indeks prestasi kumulatif minimal 2,75. Pemerintah juga memberikan kebijakan afirmasi bagi peserta dari Papua.

Mengapa Kuota Dinaikkan Tahun Ini?

Iim menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari strategi pemerintah membangun SDM unggul di sektor sawit. Landasan hukumnya kuat: Undang-Undang Perkebunan, Peraturan Pemerintah tentang penghimpunan dana perkebunan, Peraturan Presiden, hingga Permentan tentang pengembangan SDM perkebunan. Dana beasiswa bersumber dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP).

“Dalam pelaksanaannya harus memenuhi beberapa kriteria yang terkait dengan kebutuhan kerja sepanjang rantai nilai industri kelapa sawit,” kata Iim.

Kapan Pendaftaran Dibuka?

Hingga berita ini diturunkan, jadwal resmi pendaftaran belum diumumkan. Pemerintah masih dalam tahap sosialisasi ke pemangku kepentingan di daerah. Calon peserta disarankan mempersiapkan dokumen akademik dan mengikuti informasi resmi dari Ditjenbun.

Bagikan
Sumber: sawitsetara.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks