BANDAR LAMPUNG — Wali Kota Bandar Lampung Hj. Eva Dwiana memimpin langsung upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di halaman Kantor Pemerintah Kota Bandar Lampung, Senin (1/6/2026). Upacara dihadiri jajaran Forkopimda dan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan pemkot.
Alih-alih menyampaikan pidato normatif, Eva justru mengajak aparatur sipil negara dan masyarakat untuk menerjemahkan nilai Pancasila ke dalam aksi nyata. Ia menyebut persatuan bukan sekadar kata, melainkan fondasi yang harus dirawat lewat kerja kolektif.
"Yang bisa menjaga daerah kita itu masyarakat kita sendiri, bukan orang lain. Bagusnya Bandar Lampung, bersihnya Bandar Lampung, dan majunya Bandar Lampung karena kita semua ikut menjaga," ujar Eva saat menyampaikan amanat upacara.
Gotong Royong Jadi Kunci Menghadapi Tantangan Pembangunan
Menurut Eva, semangat kekompakan yang sudah terbangun di Kota Bandar Lampung harus terus diperkuat. Ia menilai budaya gotong royong dan kolaborasi antarwarga menjadi modal sosial paling efektif dalam menghadapi berbagai persoalan pembangunan perkotaan.
"Harapan kita yang sudah kompak menjadi semakin kompak. Bersama-sama melakukan yang terbaik untuk Bandar Lampung dengan persatuan, gotong royong, kebersamaan, dan kolaborasi yang baik," pungkasnya.
Wali Kota dua periode itu secara spesifik menyoroti tiga aspek yang menjadi tanggung jawab bersama: kebersihan lingkungan, keamanan kawasan, dan kenyamanan hunian. Menurutnya, ketiga hal itu tidak bisa diserahkan sepenuhnya kepada pemerintah tanpa partisipasi aktif warga.
Pesan untuk ASN: Jadilah Motor Penggerak di Lingkungan Masing-Masing
Di hadapan para kepala OPD dan ASN yang hadir, Eva berpesan agar jajaran birokrasi tidak hanya menjadi peserta upacara, tetapi juga menjadi motor penggerak nilai-nilai Pancasila di lingkungan kerja dan tempat tinggal masing-masing. Ia mendorong setiap dinas untuk menghidupkan kembali program-program berbasis gotong royong di tingkat kelurahan dan RT/RW.
Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini menjadi momentum bagi pemkot untuk menegaskan kembali komitmen terhadap nilai-nilai kebangsaan di tengah dinamika pembangunan kota yang kian pesat. Eva optimistis, dengan persatuan yang terjaga, Bandar Lampung bisa terus bertransformasi menjadi kota yang lebih layak huni.