BANDAR LAMPUNG — PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Lampung terus menggencarkan proses penormalan sistem kelistrikan di Provinsi Lampung. Pemulihan ini dilakukan pasca gangguan pada sistem transmisi interkoneksi Sumatra yang dipicu oleh cuaca ekstrem pada Jumat (22/5/2026) lalu.
General Manager PLN UID Lampung, Rizky Mochamad, menyatakan bahwa proses pemulihan dilakukan secara intensif dengan mengutamakan keselamatan personel dan stabilitas sistem kelistrikan.
Proses Pemulihan Bertahap Demi Keandalan Pasokan
PLN UID Lampung melakukan pengamanan sistem dan penormalan jaringan secara bertahap. Langkah ini diambil untuk memastikan keandalan pasokan listrik tetap terjaga selama proses pemulihan berlangsung.
Seluruh personel PLN juga disiagakan di berbagai titik untuk melakukan pemantauan dan percepatan pemulihan. Hal ini dilakukan agar masyarakat dapat segera kembali menikmati pasokan listrik yang stabil.
Apresiasi PLN untuk Kesabaran Masyarakat dan Stakeholder
Dalam keterangannya, Rizky Mochamad menyampaikan rasa syukur atas kondisi kelistrikan yang terus membaik. "Alhamdulillah, sistem kelistrikan di Provinsi Lampung terus berangsur normal. Kami terus berupaya menjaga keandalan pasokan listrik agar masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan nyaman,” ujar Rizky.
PLN UID Lampung juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat dan stakeholder atas pengertian serta dukungan yang diberikan selama proses pemulihan. "Kami mengucapkan terima kasih atas kesabaran dan dukungan seluruh masyarakat selama proses penormalan sistem kelistrikan,” tutup Rizky.
Imbauan Manfaatkan Aplikasi PLN Mobile untuk Informasi Terbaru
PLN UID Lampung mengimbau masyarakat untuk mengunduh aplikasi PLN Mobile. Layanan Contact Center PLN 123 juga dapat dimanfaatkan untuk memperoleh informasi terkait layanan kelistrikan maupun keandalan pasokan listrik.
Dengan pulihnya pasokan listrik secara bertahap, aktivitas masyarakat Lampung diharapkan dapat kembali normal. PLN memastikan akan terus memonitor sistem kelistrikan untuk mengantisipasi gangguan serupa di masa mendatang.