JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintahannya untuk menjadikan sektor kelautan sebagai mesin pertumbuhan ekonomi baru. Dalam kunjungannya ke Kampung Nelayan Merah Putih di Gorontalo, Presiden menyatakan investasi besar akan digelontorkan untuk memperkuat perikanan dan kesejahteraan nelayan.
"Kita akan besar-besaran mengembangkan perikanan dan kelautan. Istilah kita sekarang adalah ekonomi biru, ekonomi laut biru, the blue ocean economy," ujar Presiden di hadapan masyarakat pesisir.
Nelayan Jadi Garda Depan Ketahanan Pangan
Presiden Prabowo menekankan bahwa kebutuhan protein ikan dunia terus meningkat. Indonesia, menurutnya, harus memanfaatkan peluang ini dengan memperkuat armada perikanan, membangun kampung nelayan, dan mendorong hilirisasi produk kelautan.
"Kita ingin semua nelayan di Indonesia kehidupannya tambah baik, penghasilannya harus tambah. Para nelayan adalah menghasilkan protein, menghasilkan ikan. Ini sangat penting dan dunia sekarang sangat memerlukan ikan protein," kata Kepala Negara.
Giant Sea Wall: Bukan Sekadar Tanggul, tapi Pusat Ekonomi Baru
Pemerintah juga mendorong percepatan proyek infrastruktur pesisir berskala besar, salah satunya Giant Sea Wall di Pantai Utara Jawa. Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani menyebut proyek ini bukan hanya untuk melindungi wilayah pesisir dari rob dan perubahan iklim, tetapi juga membuka ruang ekonomi baru.
"Giant Sea Wall bukan hanya proyek perlindungan wilayah pesisir, tetapi juga akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mampu meningkatkan aktivitas industri, pelabuhan, logistik, dan kawasan produktif lainnya," jelas Rosan.
Ekosistem Ekonomi Berkelanjutan untuk Masyarakat Pesisir
Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan sekaligus Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BPPOJ), Didit Herdiawan Ashaf, menambahkan bahwa pembangunan kawasan pesisir ke depan tidak lagi sekadar proyek fisik. Pemerintah mendorong integrasi antara perlindungan pantai, pengembangan kawasan industri, pelabuhan, perikanan, dan pemberdayaan masyarakat pesisir.
"Pembangunan kawasan pesisir harus mampu menghadirkan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat," ucap Didit.
Dampak untuk Lampung: Peluang Besar bagi Nelayan dan Pelabuhan
Bagi Lampung, provinsi dengan garis pantai panjang dan ribuan nelayan, kebijakan ini membuka peluang strategis. Investasi di kampung nelayan dan hilirisasi produk kelautan bisa memperkuat ekonomi lokal. Apalagi, Lampung memiliki pelabuhan perikanan dan kawasan pesisir yang potensial untuk dikembangkan sebagai pusat logistik perikanan.
Pemerintah saat ini tengah menyusun langkah terpadu agar kawasan pesisir, termasuk di luar Pantura, bisa berkembang menjadi pusat ekonomi berbasis kelautan yang modern dan kompetitif. Sinergi lintas kementerian pun terus didorong agar pembangunan sektor kelautan berjalan lebih cepat dan terukur.