BANDAR LAMPUNG — Suhu udara di Bandar Lampung diprakirakan berkisar 23–30 derajat Celsius dengan potensi hujan ringan di sejumlah kecamatan. Kondisi serupa berlaku di Lampung Timur, khususnya Sukadana, Labuhan Maringgai, dan Jabung, dengan suhu sekitar 24–30 derajat Celsius.
Warga yang beraktivitas pagi hingga sore disarankan menyiapkan perlengkapan hujan. Pengendara sepeda motor dan pekerja lapangan menjadi kelompok paling terdampak jika hujan turun di tengah aktivitas.
Gempa bermagnitudo 4,7 tercatat terjadi pada Rabu (28/10/2026) pukul 15.23 WIB. Pusat gempa berada di darat, sekitar 8 kilometer barat laut Tanggamus, dengan kedalaman 10 kilometer.
Guncangan dilaporkan dirasakan di Kotaagung, Kotabumi, Pringsewu, Ulu Belu, Gisting, Sumberejo, dan Kotaagung Timur. Data BMKG menunjukkan gempa susulan dengan magnitudo bervariasi masih terjadi di sekitar Tanggamus hingga malam hari.
Hingga laporan ini disusun, belum ada laporan kerusakan bangunan akibat rangkaian gempa. Warga di wilayah terdampak tetap disarankan memeriksa kondisi bangunan dan menjauhi bagian yang retak atau berpotensi runtuh.
BMKG mencatat angin di perairan Lampung pada periode 28–31 Oktober bergerak dari tenggara hingga barat daya dengan kecepatan sekitar 2–25 knot. Peringatan gelombang sedang tercatat di Perairan Barat Lampung dan Selat Sunda bagian selatan.
Nelayan dan pelaku pelayaran perlu memperhatikan kondisi perairan sebelum melaut. Jalan licin dan jarak pandang berkurang juga menjadi risiko bagi pengendara saat hujan turun.
Cuaca basah dan aktivitas gempa merupakan dua hal berbeda. Hujan tidak bisa dianggap sebagai pertanda akan terjadi gempa, dan setiap gempa susulan tidak serta-merta menandakan gempa besar.
Warga diminta tidak terpancing kabar yang belum terverifikasi. Informasi resmi BMKG dan pemerintah setempat tetap menjadi pegangan utama, baik untuk prakiraan cuaca maupun aktivitas seismik di Tanggamus.