LAMPUNG — Squishy dan NeeDoh kini jadi mainan favorit anak-anak, dari bentuk pisang sampai kapibara. Selain melatih sensorik, mainan lunak ini menyimpan risiko bahan yang perlu ibu cermati sebelum membelinya.
Komisi Keamanan Produk Konsumen Amerika Serikat (CPSC) menarik lebih dari 120.000 unit mainan lunak Funkee Monkee pada Mei lalu karena berpotensi terkontaminasi asbes. Sebulan berselang, otoritas Inggris menarik Squeezy Dumplings karena diduga mengandung benzena berlebih.
Dua kasus itu bukan untuk menakuti, tapi jadi pengingat bahwa tidak semua squishy dibuat dengan standar sama. Memahami bahan dan risikonya membuat ibu bisa memilih mainan yang aman untuk anak.
Squishy adalah mainan lembut yang dirancang untuk ditekan, diremas, atau diregangkan. Bentuknya beragam: pisang, durian, ayam goreng, potongan butter, sampai hewan seperti kucing dan kapibara.
NeeDoh adalah salah satu merek paling populer di kategori ini, diproduksi perusahaan mainan Schylling. Sensasi meremas yang memuaskan jadi alasan mainan ini digemari anak maupun orang dewasa.
Tekstur kenyal dan lentur memberi rangsangan taktil yang membantu anak mengenal sensasi berbeda lewat tangan. Aktivitas meremas juga jadi cara sederhana meredakan ketegangan dan melatih fokus.
Untuk anak yang sedang belajar mengatur emosi, mainan ini bisa jadi alat bantu menenangkan diri. Tetap perlu pendampingan, karena manfaatnya bergantung pada cara main yang benar.
Schylling menyebut produk NeeDoh mereka terbuat dari karet termoplastik yang diisi polivinil alkohol (PVA) atau maltosa, sejenis gula yang larut air. Mereka mengklaim produknya sudah diuji laboratorium pihak ketiga.
Merek lain, Tabasquishy, menyatakan mainannya dibuat dari 100 persen silikon padat kelas makanan. Silikon ini jenis yang sama dengan bahan dot bayi dan peralatan dapur berkualitas tinggi.
Karet termoplastik membuat mainan bisa ditekan, sementara silikon menjaga tekstur lembut namun kembali ke bentuk semula. Adapun PVA adalah polimer yang juga ditemukan dalam detergen pencuci piring atau lapisan pil.
Tidak ada yang bisa menjamin keamanan semua squishy di pasaran. Sebagian berisi gel, cairan, busa, atau manik-manik kecil yang berbahaya jika mainan rusak atau dimainkan dengan cara salah.
Beberapa mainan mengandung butiran air berupa polimer kecil yang mengembang saat bersentuhan dengan cairan. Jika tertelan, butiran ini bisa membesar di dalam tubuh dan menyebabkan penyumbatan usus serius.
Risiko lain adalah tersedak dan aspirasi. Jauhkan mainan jenis ini dari anak yang masih aktif memasukkan benda ke mulut.
Popularitas squishy memicu peredaran mainan palsu yang diproduksi dengan standar buruk. Mengutip UC Davis Health, mainan semacam ini bisa mengandung karsinogen, timbal berlebih, atau ftalat terlarang.
Ftalat adalah bahan kimia sintetis untuk membuat plastik fleksibel dan sering dipakai agar mainan beraroma. Zat ini disebut dapat memengaruhi hormon, sehingga penggunaannya dibatasi pada mainan anak.
CPSC sendiri pernah memperingatkan temuan kadar timbal berlebih dan ftalat terlarang pada sejumlah mainan lunak palsu. Ini alasan kuat untuk membeli hanya dari penjual tepercaya.
Batasi mainan berisi gel atau manik-manik untuk anak di bawah tiga tahun, terutama yang masih suka menggigit benda. Periksa permukaan mainan secara berkala: jika ada sobek atau jahitan terbuka, segera singkirkan.
Hindari juga mainan yang terpapar panas langsung, misalnya tertinggal di dalam mobil. Panas bisa merusak bahan dan memicu kebocoran isi.
Memilih squishy bukan soal ikut tren, tapi soal mengenali bahan dan risiko di baliknya. Cek label, beli dari penjual resmi, dan dampingi anak saat bermain agar manfaat sensoriknya tetap terasa tanpa mengorbankan keamanan.