LAMPUNG — Kementerian Ketenagakerjaan mengimbau pekerja mewaspadai modus penipuan Bantuan Subsidi Upah 2026 yang menyebar lewat pesan langsung WhatsApp dan Instagram. Penipu menyertakan tautan mencurigakan yang meminta data pribadi seperti NIK hingga kode OTP dengan iming-iming pencairan bantuan. Imbauan muncul setelah munculnya pesan berlogo Kemnaker yang dikirim ke sejumlah pekerja.
Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Kemnaker, Indah Anggoro Putri, menegaskan bahwa informasi di luar kanal resmi tidak bisa dijadikan pegangan. Ia meminta pekerja tidak menyerahkan data pribadi kepada pihak yang identitasnya belum terverifikasi.
Modus yang beredar berupa broadcast atau pesan langsung di WhatsApp dan Instagram. Pesan itu menyertakan tautan yang menjanjikan pencairan BSU dengan cara yang tidak jelas.
Indah mengingatkan bahwa logo Kemnaker yang tercantum pada pesan atau situs tidak menjamin informasi itu asli. Penipu kerap menempelkan identitas instansi untuk menambah kesan meyakinkan.
Pekerja diminta curiga jika tautan meminta data pribadi, termasuk Nomor Induk Kependudukan, atau menjanjikan pencairan dengan prosedur yang tidak transparan.
"Jangan mudah percaya pada informasi di luar kanal resmi Kemnaker dan jangan pernah memberikan data pribadi kepada pihak yang tidak jelas," ujar Indah dalam keterangan tertulis.
Informasi resmi soal BSU dapat dipantau lewat kanal komunikasi Kemnaker dan laman bsu.kemnaker.go.id. Jika laman tersebut belum bisa diakses, pekerja diminta menunggu pengumuman resmi.
Menggunakan tautan alternatif yang belum terverifikasi justru memperbesar risiko data pribadi disalahgunakan. Penipu biasanya memanfaatkan masa tunggu pencairan untuk menekan korban agar segera bertindak.
Kemnaker merinci sejumlah tindakan pencegahan yang bisa dilakukan pekerja saat menerima pesan mencurigakan:
Penipuan berkedok bantuan pemerintah bekerja karena menyasar kebutuhan mendesak penerima manfaat. Pekerja yang menantikan pencairan BSU lebih rentan mengikuti instruksi dalam pesan tanpa memverifikasi sumbernya.
Pola serupa sebelumnya muncul pada penyaluran berbagai program bantuan sosial lain. Pelaku memindahkan saluran komunikasi ke aplikasi pesan pribadi agar sulit dilacak dan terkesan resmi.
Kemnaker menegaskan kewaspadaan menjadi kunci agar pekerja tidak menjadi korban penipuan yang mengatasnamakan BSU maupun instansinya. Informasi soal modus ini perlu diteruskan ke keluarga dan rekan kerja agar lingkaran terdekat tidak ikut terdampak.