Gunung Ibu Erupsi Lagi 23 Oktober 2026, Radius 2 Km Dilarang Didekati

Penulis: Rendi Kusuma  •  Jumat, 23 Oktober 2026 | 14:06:31 WIB
Kolom abu setinggi 400 meter teramati di atas puncak Gunung Ibu saat erupsi pada Jumat (23/10/2026).

LAMPUNG — Gunung Ibu di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, kembali erupsi pada Jumat (23/10/2026) pukul 13.32 WIT dengan kolom abu setinggi 400 meter di atas puncak. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mempertahankan status Level II Waspada dan melarang aktivitas dalam radius 2 kilometer dari kawah aktif. Erupsi susulan masih berpotensi terjadi mengingat intensitas letusan gunung setinggi 1.725 mdpl itu dalam sepekan terakhir.

Laporan MAGMA Indonesia mencatat kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal bergerak ke arah barat laut. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 28 milimeter dan durasi 50 detik.

Sepanjang Jumat (23/10/2026) pukul 00.00–23.59 WIT, pengamatan kegempaan mencatat 98 kali gempa letusan dengan amplitudo 15–28 milimeter dan lama gempa 34–113 detik. Terjadi pula 2 kali gempa guguran serta 1 kali gempa hembusan.

Frekuensi Erupsi Sepanjang 2026

Selama tahun 2026, MAGMA Indonesia merekam 5.249 letusan gunung api di seluruh Indonesia. Gunung Semeru di Jawa Timur memimpin dengan 2.032 letusan, disusul Gunung Ibu dengan 1.788 letusan.

Dalam sepekan terakhir saja, Gunung Ibu tercatat erupsi 36 kali. Angka itu menempatkan gunung berapi di Halmahera Barat ini sebagai salah satu yang paling aktif di Indonesia sepanjang tahun.

Zona Berbahaya yang Wajib Dipatuhi

PVMBG menghimbau masyarakat sekitar dan wisatawan untuk tidak beraktivitas di dalam radius 2 kilometer dari kawah. Larangan diperluas secara sektoral hingga 3,5 kilometer ke arah bukaan kawah di bagian utara kawah aktif.

Warga yang bermukim di sekitar lereng diminta menyiapkan masker dan pelindung mata. Abu vulkanik yang tebal dapat mengganggu pernapasan dan iritasi mata, terutama bagi anak-anak dan lansia.

Dampak bagi Pendakian dan Wisata Sekitar

Status Level II Waspada membuat jalur pendakian ke puncak Gunung Ibu ditutup. Traveler yang berencana mendaki wajib memantau informasi resmi PVMBG melalui aplikasi MAGMA Indonesia sebelum berangkat.

Bagi wisatawan yang berada di Halmahera Barat, arah angin abu ke barat laut perlu dicermati. Rute darat menuju kawasan pantai dan desa wisata di sisi barat laut berpotensi terganggu jika hujan abu turun.

Pantau Informasi Resmi Sebelum Berangkat

Informasi terkini soal aktivitas Gunung Ibu dapat dikonfirmasi lewat kanal PVMBG, Badan Geologi, dan aplikasi MAGMA Indonesia. Pos pengamatan gunung api setempat juga biasanya memperbarui laporan harian.

Untuk liburan keluarga di Maluku Utara, pilih destinasi yang berada jauh dari radius bahaya, seperti kawasan pesisir Tobelo atau Pulau Morotai. Pastikan akomodasi dan transportasi lokal dikonfirmasi ulang saat kondisi vulkanik berubah.

Gunung Ibu termasuk gunung api paling aktif di Indonesia dengan letusan frekuen berskala kecil hingga menengah. Memantau statusnya bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari perencanaan perjalanan yang aman.

Reporter: Rendi Kusuma
Sumber: databoks.katadata.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top