PRINGSEWU — Kepala Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup DLH Provinsi Lampung, Wawan Sah, memimpin langsung kunjungan pembinaan dan pendampingan di SMA Negeri 1 Ambarawa. Ia mewakili Kepala DLH Provinsi Lampung Riski Sofian bersama Tim Pembina Adiwiyata Provinsi Lampung.
Kedatangan tim disambut Kepala Sekolah Jahara Siregar, dewan guru, dan pengurus Kader Adiwiyata SMA N 1 Ambarawa. Pembinaan menyasar percepatan pencapaian target 160 Sekolah Adiwiyata di Provinsi Lampung hingga tahun 2030.
Wawan menjelaskan, penilaian Adiwiyata mengacu pada Permen LHK No. 5 Tahun 2025 dan Kepmen LH/BPLH No. 1316 Tahun 2026. Kebersihan sekolah hanya sebagian kecil dari indikator yang diuji.
Seluruh indikator wajib tercatat dan diunggah ke Sistem Informasi Adiwiyata (SIDIA) KLHK. "Tidak bisa manual lagi," tambah Wawan.
Wawan menegaskan program ini berjalan atas arahan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dan Wakil Gubernur Jihan Nurlela. Keduanya menargetkan visi Lampung Lestari masuk sampai ke pelosok kabupaten.
"Atas arahan Bapak Gubernur Mirza dan Ibu Wagub Jihan, Adiwiyata adalah investasi karakter. Kita ingin mencetak generasi Lampung yang cerdas secara akademik, tapi juga bertanggung jawab terhadap lingkungan," tegas Wawan Sah di hadapan para siswa/siswi.
Program Adiwiyata sendiri dicanangkan Kementerian Lingkungan Hidup untuk menciptakan sekolah yang bersih, asri, rindang, dan sehat. Selain itu, program ini membentuk karakter peduli lingkungan sejak dini, mendorong efisiensi energi dan adaptasi perubahan iklim, serta menjadikan sekolah sebagai pusat edukasi masyarakat sekitar.
Di akhir pembinaan, Wawan menitipkan pesan kepada ratusan siswa yang hadir. Ia meminta mereka memulai dari hal paling kecil di tas masing-masing.
"Anak-anakku sekalian, menjaga kelestarian lingkungan tidak harus menunggu menjadi pejabat. Mulailah dari hal paling kecil yang ada di tas kalian. Bawa tumbler, jangan beli air kemasan plastik. Bawa kotak bekal, kurangi sampah kantin. Pilah sampah. Matikan lampu kelas jika sudah selesai. Tanam satu pohon, rawat hingga besar," pesannya.
"Jika kalian lakukan itu hari ini, kalian sedang menyelamatkan Lampung 20 tahun ke depan. Karena masa depan Lampung ada di tangan kalian," ujar Wawan menutup arahan.
Rangkaian kunjungan ditutup dengan peninjauan Bank Sampah, kebun pembibitan siswa, dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) komunal sekolah. Ketiga fasilitas itu menjadi bukti praktik GPBLHS yang sudah berjalan di SMA N 1 Ambarawa.
Pihak sekolah menyatakan siap naik peringkat menuju Adiwiyata Provinsi dan Nasional pada penilaian tahun 2027 mendatang. Status itu menuntut pemenuhan seluruh indikator SIDIA secara konsisten, bukan hanya saat tim penilai datang.