DLH Lampung Dampingi SMA N 1 Ambarawa Pringsewu, Target Adiwiyata Nasional 2027 dan 160 Sekolah Hingga 2030

Penulis: Rendi Kusuma  •  Rabu, 21 Oktober 2026 | 14:02:01 WIB
Kepala Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup DLH Lampung, Wawan Sah, memimpin pembinaan Adiwiyata di SMA Negeri 1 Ambarawa, Pringsewu.

PRINGSEWU — Kepala Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup DLH Provinsi Lampung, Wawan Sah, memimpin langsung kunjungan pembinaan dan pendampingan di SMA Negeri 1 Ambarawa. Ia mewakili Kepala DLH Provinsi Lampung Riski Sofian bersama Tim Pembina Adiwiyata Provinsi Lampung.

Kedatangan tim disambut Kepala Sekolah Jahara Siregar, dewan guru, dan pengurus Kader Adiwiyata SMA N 1 Ambarawa. Pembinaan menyasar percepatan pencapaian target 160 Sekolah Adiwiyata di Provinsi Lampung hingga tahun 2030.

Empat Aspek yang Dinilai dalam Sekolah Adiwiyata

Wawan menjelaskan, penilaian Adiwiyata mengacu pada Permen LHK No. 5 Tahun 2025 dan Kepmen LH/BPLH No. 1316 Tahun 2026. Kebersihan sekolah hanya sebagian kecil dari indikator yang diuji.

  • Perencanaan Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan (GPBLHS) — sekolah wajib punya rencana aksi, kurikulum terintegrasi lingkungan, dan anggaran yang berpihak pada gerakan lingkungan.
  • Pelaksanaan GPBLHS — mencakup konservasi energi dan air, pengelolaan sampah lewat gerakan 3R, bank sampah sekolah, kompos, dan zero sampah plastik sekali pakai, serta penanaman dan pemeliharaan pohon.
  • Perilaku berbudaya lingkungan — menilai apakah guru, siswa, penjaga, dan kantin benar-benar menerapkan perilaku ramah lingkungan dalam keseharian, bukan hanya saat dinilai.
  • Publikasi dan kemitraan — sekolah mampu mempublikasikan karya lingkungannya dan menjalin kemitraan dengan DLH, masyarakat, dan dunia usaha sekitar.

Seluruh indikator wajib tercatat dan diunggah ke Sistem Informasi Adiwiyata (SIDIA) KLHK. "Tidak bisa manual lagi," tambah Wawan.

Adiwiyata sebagai Investasi Karakter Generasi Lampung

Wawan menegaskan program ini berjalan atas arahan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dan Wakil Gubernur Jihan Nurlela. Keduanya menargetkan visi Lampung Lestari masuk sampai ke pelosok kabupaten.

"Atas arahan Bapak Gubernur Mirza dan Ibu Wagub Jihan, Adiwiyata adalah investasi karakter. Kita ingin mencetak generasi Lampung yang cerdas secara akademik, tapi juga bertanggung jawab terhadap lingkungan," tegas Wawan Sah di hadapan para siswa/siswi.

Program Adiwiyata sendiri dicanangkan Kementerian Lingkungan Hidup untuk menciptakan sekolah yang bersih, asri, rindang, dan sehat. Selain itu, program ini membentuk karakter peduli lingkungan sejak dini, mendorong efisiensi energi dan adaptasi perubahan iklim, serta menjadikan sekolah sebagai pusat edukasi masyarakat sekitar.

Pesan Wawan: Bawa Tumbler, Pilah Sampah, Tanam Satu Pohon

Di akhir pembinaan, Wawan menitipkan pesan kepada ratusan siswa yang hadir. Ia meminta mereka memulai dari hal paling kecil di tas masing-masing.

"Anak-anakku sekalian, menjaga kelestarian lingkungan tidak harus menunggu menjadi pejabat. Mulailah dari hal paling kecil yang ada di tas kalian. Bawa tumbler, jangan beli air kemasan plastik. Bawa kotak bekal, kurangi sampah kantin. Pilah sampah. Matikan lampu kelas jika sudah selesai. Tanam satu pohon, rawat hingga besar," pesannya.

"Jika kalian lakukan itu hari ini, kalian sedang menyelamatkan Lampung 20 tahun ke depan. Karena masa depan Lampung ada di tangan kalian," ujar Wawan menutup arahan.

Bank Sampah hingga IPAL Komunal Ditinjau

Rangkaian kunjungan ditutup dengan peninjauan Bank Sampah, kebun pembibitan siswa, dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) komunal sekolah. Ketiga fasilitas itu menjadi bukti praktik GPBLHS yang sudah berjalan di SMA N 1 Ambarawa.

Pihak sekolah menyatakan siap naik peringkat menuju Adiwiyata Provinsi dan Nasional pada penilaian tahun 2027 mendatang. Status itu menuntut pemenuhan seluruh indikator SIDIA secara konsisten, bukan hanya saat tim penilai datang.

Reporter: Rendi Kusuma
Sumber: saibumi.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top