LAMPUNG — Dinas Perhubungan Provinsi Lampung mencatat 22 trayek angkutan antarkota dalam provinsi (AKDP) aktif per Mei 2026. Seluruh trayek berpusat di Terminal Rajabasa, Bandar Lampung, yang berstatus Terminal Tipe A dan dikelola BPTD Kementerian Perhubungan.
Istilah "Kota Lampung" dalam percakapan sehari-hari kerap merujuk pada Bandar Lampung. Namun, jaringan transportasi provinsi ini menjangkau area lebih luas: Metro, Pringsewu, Lampung Selatan, Lampung Tengah, Lampung Timur, hingga kawasan Bakauheni. Panduan ini mencakup perjalanan dalam kota dan hubungan antarkabupaten.
Data Dishub Provinsi Lampung yang diperbarui Mei 2026 mendata 22 trayek AKDP dari Terminal Rajabasa ke berbagai kabupaten. Rute mencakup Way Kanan, Mesuji, Tulang Bawang, Pesisir Barat, Lampung Barat, Lampung Tengah, Lampung Timur, Lampung Utara, Tanggamus, dan Lampung Selatan.
Koridor utama yang tercatat:
Dishub juga mencatat trayek Rajabasa–Tegineneng–Terminal Mulyojati (Metro) dan Rajabasa–Kotabaru–Terminal Eksekutif Bakauheni via tol. Untuk Lampung Timur, tersedia rute Sukadana, Way Jepara, Sribawono, Labuhan Maringgai, serta Rajabasa–Jabung.
Pemerintah Provinsi Lampung merujuk data BPS: 92.457 penumpang berangkat dari Stasiun Tanjungkarang pada Mei 2026. Angka itu setara 49,64 persen dari total penumpang moda darat, laut, dan udara yang dilaporkan. Pemprov menyebut kereta api sebagai moda favorit pada periode tersebut.
Bakauheni menjadi pintu penghubung Lampung–Pulau Jawa. Pemerintah memperkirakan pergerakan di Pelabuhan Bakauheni pada musim mudik 2026 mencapai 319.916 kendaraan dan 108.050 penumpang, dengan 2.481 perjalanan kapal. Angka ini menggambarkan volume mobilitas tinggi pada periode puncak.
Tersedia rute Rajabasa–Terminal Panjang–Pelabuhan Bakauheni dan Rajabasa–Kotabaru–Terminal Eksekutif Bakauheni via tol. Penumpang perlu mengonfirmasi jalur tol atau jalan biasa karena memengaruhi waktu tempuh.
Bandara Radin Inten II melayani transportasi udara Lampung. Rute langsung Bandar Lampung–Bandung kembali tersedia Agustus 2026. Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Lampung mencatat penerbangan Bandar Lampung–Bandung mulai 7 Agustus 2026, dan arah sebaliknya mulai 6 Agustus 2026.
Rute dijadwalkan tiga kali sepekan: Rabu, Jumat, dan Minggu pukul 07.00 WIB.
Pemprov Lampung menjalankan program mudik gratis musiman. Pada 2026, program menyediakan 1.888 tiket: 1.648 tiket kereta api dan 240 tiket bus. Keberangkatan dari Stasiun Tanjungkarang pada 16 Maret 2026.
Rute bus: Krui via Kota Agung, Mesuji via Simpang Pematang, dan Liwa. Rute kereta: Baturaja dan Kertapati. Program tidak berlangsung setiap hari, jadi penumpang perlu memantau informasi terbaru saat pemerintah membuka program serupa.
Tidak ada moda yang selalu paling baik. Untuk perjalanan hemat, angkot melayani rute dalam kota, bus antarkota untuk regional, dan kereta jika jadwal serta stasiun sesuai. Untuk mengejar waktu, pilih kereta jika jadwalnya pasti, gunakan tol untuk rute cepat, atau pesawat untuk jarak jauh.
Untuk perjalanan keluarga, bandingkan biaya total tiket dengan sewa kendaraan. Perhatikan jumlah barang, pilih titik transit yang mudah diakses, dan hindari terlalu banyak perpindahan moda.
Jadwal transportasi bisa berubah karena operator, hari libur, pemeliharaan, musim mudik, atau kondisi lapangan. Dishub Provinsi Lampung menyediakan pusat informasi transportasi berisi data terminal, trayek AKDP, jadwal penerbangan, dan kategori lain yang diperbarui 6 Mei 2026.
Urutan pengecekan yang disarankan: tentukan kota tujuan, cari terminal keberangkatan, cocokkan trayek, pastikan titik turun, konfirmasi jadwal aktual, tanyakan tarif, periksa kondisi jalan atau penyeberangan jika melewati Bakauheni, dan siapkan alternatif bila jadwal berubah. Cara ini lebih aman dibanding mengandalkan unggahan media sosial lama.
Transportasi umum adalah ruang bersama. Penumpang diharapkan memberi kursi prioritas, tidak menaruh barang di kursi saat kendaraan penuh, menjaga volume suara, menyimpan barang berharga, tidak menghalangi pintu, serta mengikuti instruksi petugas. Periksa kembali kursi sebelum turun.
Perjalanan yang tertib membuat angkutan umum terasa manusiawi. Banyak orang memakai moda yang sama untuk bekerja, bersekolah, berdagang, dan pulang ke keluarga.
Apakah Bandar Lampung memiliki transportasi umum antarkota? Ada. Terminal Rajabasa menjadi simpul utama dengan berbagai trayek AKDP menuju kabupaten/kota di Lampung.
Apakah kereta api masih banyak digunakan? Ya. Data Pemprov Lampung berdasarkan BPS mencatat 92.457 penumpang dari Stasiun Tanjungkarang pada Mei 2026, sekitar 49,64 persen dari total penumpang yang dilaporkan.
Apakah semua angkot memiliki jadwal tetap? Tidak selalu. Pola operasi angkot berbeda dari kereta api. Tanyakan trayek kepada pengemudi sebelum naik, sebutkan tujuan spesifik, dan pastikan kendaraan bergerak ke arah yang benar.
Memahami transportasi Lampung berarti memahami ritme perjalanan dari jalan kota hingga jalur antarkabupaten. Cek rute, jadwal, tarif, dan titik transit sebelum berangkat agar perjalanan lebih tenang. Panduan ini bukan sekadar soal memilih kendaraan, tetapi menemukan cara bergerak yang sesuai tujuan dan kebutuhan.