Tim Gabungan Polri dan Mahasiswa STIK Sosialisasi Karhutla Door to Door ke Rumah Warga di Kayong Utara, Ini Imbauannya

Penulis: Teguh Prasetyo  •  Sabtu, 29 Agustus 2026 | 18:31:31 WIB
Tim gabungan Polri dan mahasiswa STIK menyambangi rumah warga di Kayong Utara untuk menyosialisasikan bahaya karhutla secara door to door.

KAYONG UTARA — Tim gabungan yang terdiri dari tiga perwira polisi, dua siswa Sekolah Pembentukan Perwira (Setukpa), serta mahasiswa S2 STIK angkatan 16, bergerak menyisir permukiman warga di Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat. Mereka mendatangi rumah demi rumah untuk memberikan edukasi langsung mengenai bahaya membuka lahan dengan cara dibakar.

Iptu Andrea Azmi Azhari, salah satu perwira yang tergabung dalam tim, mengungkapkan bahwa sosialisasi ini merupakan tindak lanjut instruksi Presiden RI melalui Kapolri. Setibanya di Kayong Utara, tim langsung bergerak menghampiri warga secara door to door.

Kualitas Udara di Kalbar Memburuk, ISPU Masuk Kategori Tidak Sehat

Kondisi kabut asap yang menyelimuti wilayah Kalimantan Barat, termasuk Kayong Utara, menjadi alasan utama digencarkannya langkah preventif ini. Berdasarkan pantauan tim di lapangan, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di wilayah tersebut sudah masuk dalam kategori tidak sehat.

"Jadi setelah kita berada di Kayong ini terutama di Kalimantan Barat kita merasakan bahwa kabut asapnya cukup pekat. Terus indeks udaranya juga tidak bagus," ujar Iptu Andrea saat dikonfirmasi, Jumat (28/8/2026).

Warga Diimbau Tidak Membakar Lahan, Ini Alternatifnya

Dalam penyuluhan tersebut, warga diingatkan untuk menghindari praktik pembakaran lahan. Jika memang terpaksa harus menggunakan api, tim menekankan agar pembakaran dilakukan dengan pengawasan ketat sehingga api tidak menjalar ke area lain.

"Bisa juga dengan cara-cara yang lain seperti nyingsing menggunakan parang dan sebagainya. Ataupun kalau misalnya memang harus menggunakan cara dibakar itu betul-betul diawasi dan juga betul-betul dijaga sehingga apinya tidak menyebar ke lahan-lahan yang lain," tambah Iptu Andrea.

Karhutla Ancam Ekonomi dan Aktivitas Belajar Mengajar

Pembakaran lahan yang tidak terkendali dinilai tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengancam stabilitas perekonomian daerah. Dampak kabut asap juga dinilai mengganggu aktivitas belajar-mengajar di sekolah, mulai dari tingkat SD, SMP, hingga SMA di Kalimantan Barat.

"Tentunya hal ini dapat mengganggu perekonomian Kalimantan Barat dan juga dapat mengganggu proses belajar mengajar pendidikan baik itu SD, SMP maupun SMA," tegasnya.

Melalui sosialisasi ini, pihaknya berharap kesadaran masyarakat untuk tidak membakar lahan secara sembarangan semakin meningkat. Tim juga berharap curah hujan segera turun untuk membantu meredakan kabut asap yang melanda wilayah tersebut.

"Ya jadi betul-betul kita berharap hujan segera bisa turun dan juga masyarakat di kemudian hari tidak mengulangi perbuatan-perbuatan yang tidak semestinya terjadi seperti itu," tutup Iptu Andrea.

Reporter: Teguh Prasetyo
Sumber: pikiranlampung.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top