KOTABUMI — PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Kotabumi menyatakan kesiapan penuh mendukung upaya mitigasi Karhutla dan kebakaran permukiman di Lampung Utara. Komitmen ini mengemuka dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Karhutla yang dipimpin Kepala BPBD Lampung Utara, Erwin Saputra, dan dihadiri jajaran Polres Lampung Utara, Kodim 0412/LU, Stasiun BMKG Kotabumi, serta Dinas Damkar dan Penyelamatan setempat.
Kesiapsiagaan ini menjadi prioritas menyusul arahan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung agar kolaborasi lintas instansi diperkuat untuk pencegahan dan deteksi dini kebakaran.
Manajer PLN ULP Bumi Abung, Tatas Ardhy Prihanto, memaparkan kesiapan personel dan sarana dalam rapat tersebut. PLN mengoperasikan lima posko siaga pelayanan teknik yang tersebar di wilayah Lampung Utara.
Posko-posko itu didukung Tim Pemeliharaan Khusus, tim pemangkasan pohon ROW, serta tim Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL) yang bertugas memeriksa keamanan instalasi listrik dari sisi PLN hingga ke rumah pelanggan.
PLN juga meminta dukungan seluruh pemangku kepentingan dalam sosialisasi jarak aman terhadap jaringan listrik. Bahaya bermain layangan di dekat jaringan serta tanaman yang tumbuh mendekati kabel menjadi perhatian khusus, terutama di tengah cuaca yang tidak menentu.
"PLN secara rutin dan berkelanjutan aktif melakukan sosialisasi secara langsung ke masyarakat. Kami juga memohon dukungan dari seluruh pihak untuk menjaga keamanan dan keselamatan dari sisi kelistrikan," ujar Tatas.
Masyarakat diimbau segera melapor jika menemukan potensi bahaya kelistrikan, termasuk pohon yang berpotensi mengenai jaringan, agar petugas dapat menindaklanjuti dengan cepat.
Manajer PLN UP3 Kotabumi, Abrar, menambahkan bahwa komitmen sinergi dengan BPBD tidak hanya sebatas pengamanan jaringan. Personel PLN telah dibekali pengetahuan untuk tindakan emergency atau pertolongan pertama guna merespons situasi kebakaran.
"Kami selalu siap untuk ikut serta dalam upaya pencegahan atau mitigasi bahaya kebakaran, karena hal ini sejalan dengan komitmen kami untuk selalu berupaya menjaga keandalan listrik," tambah Abrar.
Langkah antisipatif ini diharapkan mampu menekan risiko kebakaran yang kerap terjadi saat musim kemarau, sekaligus menjaga keandalan pasokan listrik bagi warga Lampung Utara.