Prof Rudy Daftar Bacarek Unila Jumat Sore, Guru Besar HTN Termuda Dikawal Elza Syarief

Penulis: Surya Dinata  •  Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:46:02 WIB
Prof Rudy mendaftar sebagai bakal calon rektor Unila pada Jumat sore dengan didampingi Elza Syarief.

BANDAR LAMPUNG — Bursa calon Rektor Unila kian ramai. Setelah sejumlah figur mendaftar lebih awal, kini giliran akademisi muda dengan rekam jejak panjang di bidang hukum tata negara yang siap bertarung.

Prof. Rudy bukan nama baru di lingkungan kampus. Ia pernah menjabat Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Unila periode 2023–2024, serta memimpin Pusat Studi Hukum dan Pembangunan Unila selama tujuh tahun sejak 2016.

Jumat siang nanti, langkahnya dari Masjid Al-Bakrie akan menjadi penanda resmi dimulainya kontestasi. Kehadiran Elza Syarief sebagai pendamping menambah sinyal keseriusan tim pemenangan.

Rekam Jejak: Dari LPPM Hingga Staf Ahli DPD RI

Perjalanan Rudy di Unila terbilang lengkap. Sebelum menjadi Wakil Rektor, ia dipercaya sebagai Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unila pada 2019–2023 dan sempat menjadi Plt. Ketua LPPM pada 2023.

Di luar kampus, alumnus SMAN 2 Bandar Lampung ini juga menorehkan karier di lembaga negara. Ia menjadi Staf Ahli Perancangan Peraturan Perundang-undangan DPD RI selama tujuh tahun, sejak 2015 hingga 2022.

Saat ini ia dipercaya sebagai Kepala Divisi Akademik Pengurus Pusat APHTN-HAN dan Ketua Komisi Hukum MUI Lampung sejak 2020.

Dua Dekade di Dunia Hukum dan Legislasi

Lahir di Teluk Betung, 4 Januari 1981, Rudy menempuh pendidikan Sarjana Hukum di Universitas Indonesia pada 2003. Ia kemudian melanjutkan studi Master of Laws (LL.M.) dan Doctor of Laws (LL.D.) di Kobe University, Jepang.

Kiprahnya sebagai ahli hukum tata negara kerap dibutuhkan di tingkat nasional. Pada 2026, ia tercatat sebagai Saksi Ahli Presiden di Mahkamah Konstitusi dan narasumber ahli untuk RUU Kepolisian. Tahun sebelumnya, ia terlibat dalam pembahasan RUU BUMN.

Ia juga aktif sebagai Visiting Professor pada Law and Development Program di Kobe University, Jepang, memperkuat jejaring akademiknya di Asia.

Penelitian dan Karya yang Mendunia

Rudy tidak hanya berkutat di ruang kuliah. Pada 2024, ia menggarap penelitian Model Integratif Pemulihan Bencana di Pesisir Lampung dengan pendanaan DIKTI senilai Rp135 juta.

Dua tahun sebelumnya, ia mengembangkan Aplikasi OmniLaw untuk Penyederhanaan Legislasi melalui pendanaan RISPRO LPDP senilai Rp1 miliar. Ia juga menulis dan menyunting lebih dari 20 buku, termasuk karya yang diterbitkan Springer dan Routledge.

Dengan pengalaman lebih dari dua dekade, pendaftaran Rudy diprediksi akan memperketat persaingan. Pertanyaannya kini, apakah rekam jejak nasional dan internasionalnya cukup untuk meyakinkan Senat Unila?

Reporter: Surya Dinata
Sumber: voxlampung.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top