Ferrari Luce EV Sudah Kebanjiran Pemesanan Setahun Sebelum Produksi, Target 500 Unit Tercapai

Penulis: Teguh Prasetyo  •  Kamis, 30 Juli 2026 | 07:11:31 WIB
Ferrari Luce EV mencatatkan pemesanan yang memenuhi target awal penjualan global kurang dari 500 unit setahun sebelum produksi dimulai.

LAMPUNG — Ferrari tidak pernah secara resmi mengumumkan target penjualan untuk Luce EV. Namun, berdasarkan laporan dari Financial Times yang mengutip "dua orang yang mengetahui masalah ini", target awal penjualan global untuk tahun pertama produksi ditetapkan di bawah 500 unit. Fakta bahwa angka itu sudah terpenuhi dalam waktu singkat menunjukkan respons pasar yang jauh lebih hangat dari perkiraan banyak pihak.

China dan Silicon Valley Jadi Motor Utama Pemesanan

Permintaan terkuat untuk Ferrari Luce EV justru datang dari China, sebuah pasar yang dikenal sangat agresif dalam adopsi kendaraan listrik. Laporan yang sama menyebutkan bahwa target penjualan tercapai "berkat permintaan kuat dari China".

Di sisi lain, respons positif juga datang dari para pengusaha teknologi di Amerika Serikat, terutama yang berbasis di Silicon Valley dan California Selatan. Hal ini masuk akal mengingat desain Luce EV digarap oleh Jony Ive, mantan kepala desainer Apple yang namanya identik dengan produk-produk teknologi premium.

Harga Rp 9,6 Miliar Bukan Halangan bagi Kolektor

Ferrari Luce EV dibanderol dengan harga dasar lebih dari 600.000 dolar AS atau setara sekitar Rp 9,6 miliar (kurs Rp 16.000 per dolar AS). Angka itu langsung menempatkan Luce EV sebagai salah satu Ferrari termahal yang pernah diproduksi, bukan sebagai model volume yang dijual massal.

Dengan harga segitu, Ferrari memang tidak berniat menjadikan Luce EV sebagai andalan penjualan. Target jangka panjang pabrikan hingga 2030 adalah menjual sekitar 600 unit per tahun, atau total sekitar 2.500 unit dalam empat tahun ke depan. Jika tren pemesanan awal ini berlanjut, target tersebut sangat mungkin tercapai.

Mengapa Luce EV Dianggap Kontroversial?

Ferrari selama ini identik dengan mesin V8 dan V12 yang meraung-raung. Keputusan untuk meluncurkan mobil listrik murni dianggap sebagai langkah yang berani dan memecah belah para penggemar setia. Namun, angka pemesanan awal ini membuktikan bahwa basis pelanggan Ferrari—atau setidaknya sebagian dari mereka—sudah siap menyambut era elektrifikasi.

Bentuk bodi Luce EV yang tidak konvensional juga sempat menuai perdebatan. Namun, desain yang digarap Jony Ive itu justru menjadi daya tarik tersendiri bagi segmen pembeli yang menginginkan sesuatu yang benar-benar berbeda dari koleksi garasi mereka.

Untuk detail lebih lanjut mengenai spesifikasi teknis dan galeri foto Ferrari Luce EV, pantau terus ulasan kami selanjutnya.

Reporter: Teguh Prasetyo
Sumber: roadandtrack.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top