Aset Bank Lampung Tembus Rp11,55 Triliun di Semester I 2026, Kredit dan DPK Tumbuh Dua Digit

Penulis: Teguh Prasetyo  •  Jumat, 10 Juli 2026 | 20:33:01 WIB
Bank Lampung catat total aset Rp11,55 triliun pada semester I 2026.

BANDAR LAMPUNG — Kinerja keuangan Bank Lampung pada paruh pertama 2026 menunjukkan pertumbuhan di sejumlah indikator utama. Hingga Juni 2026, bank milik Pemerintah Provinsi Lampung bersama pemerintah kabupaten/kota itu membukukan total aset Rp11,55 triliun.

Direktur Utama Bank Lampung, Indra Merviana, mengungkapkan data itu dalam acara Media Update Kinerja Industri Keuangan Provinsi Lampung Semester I 2026 yang digelar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Azana Boutique Hotel, Bandar Lampung, Jumat (10/7/2026).

“Per Juni 2026 total aset Bank Lampung mencapai sekitar Rp11,5 triliun atau tumbuh 6,38 persen. Kemudian kredit tumbuh 9,89 persen menjadi Rp7,91 triliun dan dana pihak ketiga tumbuh 11,36 persen menjadi Rp8,93 triliun,” ujar Indra.

Rasio Permodalan dan Likuiditas Masih Kokoh

Dari sisi permodalan, Capital Adequacy Ratio (CAR) Bank Lampung tercatat 29,27 persen, jauh di atas ketentuan minimum OJK. Rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) berada di level sehat 88,55 persen, masih dalam kisaran ideal regulator 84-94 persen.

Likuiditas perusahaan juga tetap terjaga. Rasio AL/NCD mencapai 82,66 persen, melampaui batas minimum regulator 50 persen. Sementara itu, kualitas kredit terkendali dengan Non Performing Loan (NPL) sebesar 2,86 persen, di bawah ambang batas maksimal 5 persen.

Kredit Konsumtif Mendominasi, UMKM dan KUR Terus Didorong

Total penyaluran kredit Bank Lampung hingga Juni 2026 mencapai Rp7,91 triliun. Kredit konsumtif masih menjadi penyumbang terbesar dengan nilai Rp5,87 triliun, tumbuh 10,34 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara kredit produktif meningkat 8,60 persen menjadi Rp2,05 triliun.

Secara komposisi, kredit konsumtif mendominasi 74 persen, sedangkan kredit produktif berkontribusi 26 persen. Untuk mendukung sektor riil, Bank Lampung mencatat outstanding kredit UMKM sebesar Rp1,09 triliun, kredit korporasi Rp957 miliar, serta outstanding Kredit Usaha Rakyat (KUR) mencapai Rp918 miliar. Adapun realisasi plafon penyaluran KUR hingga Juni 2026 tercatat Rp359 miliar.

“Penyaluran kredit produktif difokuskan pada sektor-sektor unggulan di Lampung, seperti pertanian, kehutanan dan perikanan, perdagangan, aktivitas keuangan, industri pengolahan, serta konstruksi,” ungkap Indra.

Pada segmen konsumtif, pembiayaan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) masih menjadi andalan. Bank Lampung juga terus mengembangkan produk baru, mulai dari kredit tambahan penghasilan pegawai, pembiayaan berbasis sertifikasi, pinjaman kinerja, hingga pembiayaan dari berbagai insentif ASN.

DPK Tumbuh 11,36 Persen, Deposito Catat Kenaikan Tertinggi

Di sisi penghimpunan dana, DPK Bank Lampung mencapai Rp8,93 triliun, meningkat 11,36 persen dibandingkan Juni 2025. Pertumbuhan terjadi pada seluruh instrumen simpanan. Giro tercatat Rp2,609 triliun (naik 2,63 persen), tabungan meningkat 10,81 persen menjadi Rp1,928 triliun, sedangkan deposito mencatat pertumbuhan tertinggi, yakni 17,53 persen menjadi Rp4,398 triliun. Menurut Indra, dana giro masih didominasi simpanan pemerintah daerah.

Transformasi Digital: Pengguna Mobile Banking Tumbuh 22 Persen

Bank Lampung terus memperkuat transformasi digital. Hingga Juni 2026, jumlah pengguna Mobile Banking Bank Lampung mencapai 186.128 pengguna, meningkat 22,22 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Jumlah Agen Laku Pandai Lampung Smart bertambah menjadi 3.107 agen (tumbuh 53,34 persen), sementara merchant QRIS yang bekerja sama mencapai 12.295 merchant (naik 23,39 persen).

Digitalisasi layanan pemerintah daerah juga berjalan melalui implementasi Sistem Informasi Pemerintahan Daerah Republik Indonesia (SIPD RI). Hingga Semester I 2026, implementasinya telah mencapai 75 persen. Sebanyak 12 dari 16 pemerintah daerah di Provinsi Lampung telah berstatus live, sedangkan empat daerah lainnya masih dalam proses implementasi.

Indra menegaskan, Bank Lampung akan terus memperkuat fungsi intermediasi, memperluas layanan digital, serta meningkatkan pembiayaan pada sektor-sektor produktif guna mendukung pertumbuhan ekonomi di Provinsi Lampung.

Reporter: Teguh Prasetyo
Sumber: voxlampung.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top