OJK Lampung Luncurkan Program Agri Future untuk Regenerasi Peternak, Bunga Kredit Hanya 4 Persen

Penulis: Qodri Anwar  •  Jumat, 10 Juli 2026 | 19:14:16 WIB
OJK Lampung meluncurkan Program Agri Future dengan bunga kredit 4 persen untuk regenerasi peternak muda.

BANDARLAMPUNG — OJK Lampung bersama PT Great Giant Livestock (GGL) dan BPRS milik Pemkab Lampung Timur memulai tahap awal program ini dengan melibatkan 50 peternak muda. Kepala OJK Provinsi Lampung Otto Fitriandy mengatakan, target peserta adalah anak muda usia sekitar 30 tahun, termasuk lulusan SMA, yang selama ini enggan bertani atau beternak karena dianggap kurang menguntungkan.

Skema Kredit Tanpa Angsuran Bulanan

Keunikan program ini terletak pada sistem pembiayaannya. Dana kredit tidak cair ke peternak, melainkan langsung ke feedlot untuk pembelian bibit sapi dan pakan. Peternak juga tidak perlu membayar angsuran setiap bulan.

"Pembayaran pokok dan bunga kredit menggunakan sistem yarnen (bayar panen), yaitu dipotong langsung dari hasil penjualan sapi ke pihak feedlot saat masa panen tiba," jelas Otto di Bandarlampung, Kamis.

Skema ini, menurut Otto, terbukti berhasil pada proyek percontohan sebelumnya. Seorang anak muda usia 18-19 tahun pernah mengambil kredit untuk 20 ekor sapi dan saat ini statusnya sudah lunas.

Ekosistem Peternakan dari Hulu ke Hilir

Melalui kemitraan ini, peternak tidak hanya mendapat modal murah. Mereka juga mendapatkan jaminan ekosistem yang jelas: bibit sapi, pakan, hingga panduan perawatan menyeluruh disediakan oleh perusahaan. Setelah masa panen, sapi-sapi tersebut akan langsung dibeli kembali oleh pihak feedlot.

Untuk mendukung pengelolaan yang profesional, OJK tengah menjajaki penerapan sistem Enterprise Resourcing Plan (ERP) bekerja sama dengan International Labour Organization (ILO). Sistem ini sebelumnya sukses diterapkan untuk sapi perah di Malang, Jawa Timur.

"Aplikasi ini akan mengatur jadwal pemberian pakan, vaksinasi, hingga pengelolaan keuangan peternak. Kita ajarkan mereka untuk memisahkan antara omset dan keuntungan, sehingga keuangan lebih tertata untuk perputaran modal selanjutnya," tambah Otto.

Lampung Peringkat Keempat Nasional, Regenerasi Jadi Tantangan

Lampung saat ini menduduki peringkat keempat nasional untuk populasi peternakan. Otto menekankan, keberlanjutan sektor ini perlu dijaga agar tidak mengalami penurunan akibat minimnya minat generasi muda.

"Kami sudah meminta ketua komunitas peternak untuk merangkul Karang Taruna. Anak-anak muda ini tidak perlu urbanisasi ke kota, karena sukses juga bisa diraih di desa dengan menjadi peternak," ujarnya.

Ekspansi ke Lampung Selatan dengan Skema Kombinasi

Melihat potensi keberhasilan skema penggemukan (fattening) ini, OJK Lampung berencana memperluas program ke daerah lain. Salah satunya dengan menggandeng PT Juang Jaya di Lampung Selatan.

Berbeda dengan Lampung Timur, skema yang akan dikembangkan di Lampung Selatan direncanakan mengombinasikan antara penggemukan dan pembibitan (breeding). Meski memiliki risiko lebih tinggi dan jangka waktu lebih panjang, skema pembibitan ini diharapkan menjaga ketersediaan indukan sapi lokal agar tidak tergerus oleh sapi impor.

"Namun, untuk menjaga arus kas peternak, skema pembibitan tersebut akan tetap dikombinasikan dengan usaha penggemukan," pungkas Otto.

Reporter: Qodri Anwar
Sumber: lampung.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top