Megawati Dianugerahi Gelar Kehormatan Tertinggi Timor Leste, Ramos-Horta Puji Sikap Negarawan

Penulis: Qodri Anwar  •  Kamis, 09 Juli 2026 | 19:50:01 WIB
Megawati menerima Grande Colar da Ordem de Timor-Leste di Istana Kepresidenan Nicolau Lobato.

LAMPUNG — Penganugerahan berlangsung di Istana Kepresidenan Nicolau Lobato. Dalam pidatonya, Ramos-Horta secara khusus menyoroti keputusan Megawati pada Pemilu 1999 yang menerima hasil pemilu secara damai demi stabilitas negara. "Beliau menempatkan kepentingan demokrasi di atas aspirasi pribadi yang sah. Pilihan itu mewakili salah satu pembuktian tertinggi dari sikap negarawan sejati," ujar Ramos-Horta.

Kriteria Penghargaan dan Makna Grand Collar

Grande Colar da Ordem de Timor-Leste merupakan tanda jasa sipil tertinggi di negara tersebut. Peruntukannya khusus bagi kepala negara, kepala pemerintahan, dan tokoh internasional yang dinilai memberikan kontribusi luar biasa bagi bangsa Timor Leste.

Dalam sambutannya, Megawati menegaskan bahwa penghargaan itu bukanlah akhir dari sebuah perjalanan. "Penghargaan Grand Collar ini bukan sekadar medali. Ini adalah sebuah mata rantai yang saling mengunci. Setiap mata rantai menopang mata rantai berikutnya," kata Megawati.

Pesan Persahabatan Lintas Generasi

Megawati menekankan makna simbolis dari anugerah tersebut bagi hubungan kedua negara. "Bagi saya, di situlah maknanya: persahabatan Indonesia dan Timor-Leste adalah rantai yang harus terus memanjang—dari satu generasi ke generasi berikutnya, tanpa pernah terputus," ucapnya.

Megawati tiba di Timor Leste dengan didampingi keluarga serta sejumlah pengurus pusat PDIP. Mereka antara lain Puti Guntur Soekarno, Hendra Hartomo atau Romy Soekarno, Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto, Ketua DPP PDIP Bintang Puspayoga, Ahmad Basarah, Andreas H. Pareira, serta Andi Widjajanto.

Konteks Hubungan Bilateral Pasca-Reformasi

Pemerintah Timor Leste menilai Megawati berperan penting dalam proses normalisasi hubungan bilateral pascapemulihan kemerdekaan. Peran itu disebut mencakup dialog dan penguatan persahabatan antara kedua negara yang sempat mengalami ketegangan.

Penghargaan ini menjadi pengakuan resmi atas kontribusi Megawati dalam masa transisi Indonesia menuju reformasi, khususnya dalam menjaga stabilitas lembaga negara di tengah dinamika politik yang kompleks pada akhir 1990-an.

Reporter: Qodri Anwar
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top