BANDARLAMPUNG — Pemeriksaan Pap Smear terhadap 14.762 perempuan di Lampung itu dilakukan di 224 tempat layanan yang tersebar di 15 kabupaten dan kota. Pelaksanaannya melibatkan puskesmas, praktik mandiri bidan, serta berbagai fasilitas kesehatan lainnya.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyampaikan apresiasi atas kerja keras para bidan yang turun langsung ke masyarakat. Menurutnya, bidan memiliki peran strategis sebagai pendamping perempuan dalam berbagai fase kehidupan, mulai dari masa remaja hingga pelayanan kesehatan reproduksi.
"Perempuan sering kali lebih mengutamakan kesehatan anak, suami, maupun orang tua dibandingkan kesehatan dirinya sendiri. Oleh karena itu, gerakan pemeriksaan Pap Smear tidak hanya menjadi upaya deteksi dini kanker serviks, tetapi juga sarana membangun kesadaran perempuan untuk lebih peduli terhadap kesehatannya," ujar Rahmat dalam keterangan yang diterima di Bandarlampung, Selasa.
Capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak. Ikatan Bidan Indonesia (IBI), BPJS Kesehatan, BKKBN, laboratorium pemeriksaan, pemerintah daerah, hingga mitra pelayanan kesehatan turut ambil bagian dalam program ini.
"Yang dilihat masyarakat bukan hanya ilmu yang dimiliki tenaga kesehatan, tetapi juga ketulusan dalam melayani. Itulah yang dihadirkan para bidan di Provinsi Lampung," kata Rahmat.
Gubernur menekankan bahwa upaya pencegahan kanker serviks harus menjadi layanan kesehatan yang berkelanjutan. Ia meminta seluruh fasilitas kesehatan, mulai dari puskesmas, rumah sakit, hingga laboratorium, terus memperkuat layanan skrining agar semakin mudah diakses masyarakat.
"Pemeriksaan dini berarti pencegahan, dan pencegahan berarti menyelamatkan lebih banyak kehidupan. Maka deteksi dini ini harus terus ditingkatkan," ujar dia.
Gubernur menyoroti pola pikir yang kerap membuat perempuan menomorduakan kesehatannya. Padahal, perempuan yang sehat memiliki kesempatan lebih besar untuk mendampingi keluarga serta menjalani kehidupan yang lebih berkualitas.
"Kesehatan perempuan adalah fondasi kesehatan keluarga. Ketika seorang perempuan sehat, ia dapat hadir lebih kuat untuk keluarganya, anak-anak, dan lingkungan," tutup Rahmat.