Hilirisasi Nanoteknologi di Ponpes Lampung Timur: ITERA Ajak Santri Produksi Kosmetik Halal Bernilai Jual

Penulis: Rizal Fikri  •  Selasa, 07 Juli 2026 | 19:00:01 WIB
Santri Ponpes Minhajur Rufaqo mengikuti pelatihan produksi kosmetik halal berbasis nanoteknologi bersama ITERA.

LAMPUNG TIMUR — Pondok Pesantren Minhajur Rufaqo menjadi lokasi pengabdian masyarakat Prodi Rekayasa Kosmetik ITERA. Kegiatan dua hari, 29-30 Juni 2026, mengusung tema hilirisasi riset kosmetik berbasis nanoteknologi untuk mendorong jiwa wirausaha para santri.

Nanoteknologi dan Kosmetik Halal: Mengapa Ini Penting?

Ketua tim pengabdian, Iwan Syahjoko Saputra, M.Si., menegaskan hilirisasi hasil penelitian merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. "Inovasi dari penelitian akademik dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ujarnya.

Kegiatan ini didanai Kemendiktisaintek melalui skema hibah Bima Tahun 2026 dengan nomor kontrak 097/C3/DT.05.00/PM/2026 dan 1415g/DST/IT9.2.1/PM.01.03/2026. Para santri tidak hanya menerima teori, tetapi juga praktik langsung meracik produk kosmetik.

Empat Narasumber, Empat Materi yang Saling Melengkapi

Apt. Arsy Fauziah, S.Farm., M.Si., membuka sesi dengan materi "Awareness Pengetahuan Kosmetika Aman, Bermanfaat, dan Bermutu". Ia menekankan pentingnya memilih kosmetik yang memenuhi standar keamanan dan mutu.

Materi kedua disampaikan Dr. Apt. Anjar Hermadi Saputro, S.Farm., M.Pharm.Sci., dari Prodi Farmasi. Ia membahas formulasi sunscreen dan sabun padat berbahan alam, serta memperkenalkan prinsip dasar formulasi kosmetik bernilai jual.

Demi Damayanti, S.Si., M.Si., dari Prodi Kimia memaparkan "Pembuatan Zat Aktif Sunscreen (Chemical-Physical Sunscreen)". Peserta mendapat wawasan mengenai pengembangan bahan aktif tabir surya yang memadukan mekanisme perlindungan kimia dan fisika. Iwan Syahjoko Saputra menutup sesi dengan analisis fisiko-kimia nano sunscreen untuk memastikan produk efektif, aman, dan berkualitas.

Workshop Make Your Own Cosmetic: Santri Praktik Langsung

Setelah sesi ilmiah, peserta mengikuti workshop "Make Your Own Cosmetic" yang dikemas dalam beauty demo. Dipandu mahasiswa Prodi Rekayasa Kosmetik ITERA, para santri mempraktikkan penggunaan skincare dan teknik dasar makeup yang benar. Mereka juga belajar pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan kulit.

Kegiatan dilanjutkan dengan materi "Kosmetik Halal dan Fikih Sesuai Syariat Islam" oleh Ustadz M. Hadziq Qulubi, S.Pi., M.Pd.I., M.Si., dari Ponpes Minhajur Rufaqo. Materi ini memberikan pemahaman konsep kehalalan produk kosmetik sesuai syariat Islam.

Standar Industri dan Praktik Pembuatan Produk

Melalui sambungan Zoom, Angga Anugrah, S.Si., CSSBB dari PT Glow Industri Herbal Care, menyampaikan materi administrasi Cara Pembuatan Kosmetik yang Baik (CPKB). Peserta memperoleh pengetahuan tentang aspek administrasi, dokumentasi, dan sistem mutu dalam proses produksi kosmetik sesuai standar industri.

Praktik pembuatan nanosunscreen dan sabun padat melatih peserta menguasai formulasi dasar kosmetik. Sepuluh mahasiswa yang terlibat—diketuai Aura 'Azizah Naila Kamalia, bersama Angesti Fazrani, Nisrina Dwi Syafitri, dan Jenny Frescili—mendapat pengakuan akademik melalui program KKN Rekognisi.

Reporter: Rizal Fikri
Sumber: lampung.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top