BANDARLAMPUNG — Alfamart memperluas program intervensi gizi "Satu Telur Sehari" pada tahun 2026 dengan menjangkau 39 kota di Indonesia, termasuk sejumlah kabupaten di Provinsi Lampung. Program tahun keempat ini menargetkan penyaluran lebih dari 510.000 butir telur kepada 2.700 anak yang terindikasi stunting.
Di Provinsi Lampung, program ini secara spesifik menyasar 100 anak penerima manfaat di Kabupaten Pesawaran. Target distribusinya mencapai lebih dari 18.000 butir telur selama enam bulan pelaksanaan.
Penyaluran dilakukan di enam desa strategis, yaitu Desa Sukaraja, Sukadadi, Gedong Tataan, Karang Anyar, Pampangan, dan Way Layap. Lokasi-lokasi ini dipilih berdasarkan data yang disusun bersama dinas kesehatan setempat.
General Manager Corporate Communications Alfamart, Rani Wijaya, menegaskan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada pembagian telur. Menurutnya, intervensi gizi sederhana ini terbukti efektif dan berkelanjutan dalam membantu penanganan stunting.
"Program Satu Telur Sehari bukan sekadar membagikan telur, melainkan sebuah intervensi sederhana yang terbukti efektif dan efisien dalam penanganan stunting di berbagai daerah," kata Rani dalam keterangan yang diterima di Bandarlampung, Selasa.
Ia menambahkan bahwa selama empat tahun berjalan, respons positif dan perkembangan fisik anak-anak penerima manfaat menjadi pendorong bagi perusahaan untuk terus menghadirkan kontribusi sosial yang berkelanjutan.
Pelaksanaan program ini melibatkan sejumlah pihak. Alfamart bekerja sama dengan BKKBN Provinsi Lampung, Dinas P3AP2KB Kabupaten Pesawaran, serta Penyuluh KB dan Tim Pendamping Keluarga (TPK) untuk memantau perkembangan status gizi anak.
"Penyalurannya dilakukan secara berkala melalui kolaborasi dengan kader posyandu dan dinas kesehatan di masing-masing daerah," ujar Rani.
Ia menekankan bahwa penanganan stunting membutuhkan kerja sama dan kepedulian bersama. Menurutnya, program ini menjadi wadah gotong royong yang baik antara pemerintah dan sektor swasta.
Program periode 2026 berlangsung sejak Mei hingga Oktober. Selain distribusi telur, kegiatan ini juga disertai edukasi gizi bagi orang tua serta pendampingan terhadap keluarga penerima manfaat.
Rani berharap kontribusi ini dapat mendukung upaya pemerintah menekan angka stunting. "Sehingga anak-anak Indonesia dapat tumbuh sehat dan menjadi generasi unggul di masa mendatang," pungkasnya.