BANDAR LAMPUNG — Kejuaraan Tarung Derajat Antar Satuan Latihan (Kejursat) se-Lampung resmi dimulai. Acara yang berlangsung di GOR Mini PKOR Way Halim ini dibuka langsung oleh Ketua Umum KONI Lampung, Taufik Hidayat, yang didampingi Wakil Ketua Umum II Riagus Ria dan Kepala Bidang Binpres Yopi Hutomo Bhakti.
Taufik Hidayat menegaskan bahwa kejuaraan antarsatlat bukan sekadar ajang seremonial. Menurutnya, kompetisi berkelanjutan menjadi syarat mutlak untuk meningkatkan kualitas atlet.
“Kejuaraan ini menjadi langkah awal yang baik untuk meningkatkan jam terbang atlet. Pembinaan tidak cukup hanya latihan, tetapi harus diperbanyak melalui pertandingan,” ujar Taufik di sela-sela pembukaan.
Ia juga meminta Pengprov Tarung Derajat Lampung untuk lebih aktif menggelar kejuaraan rutin, baik antarsatlat maupun antarkabupaten/kota. Hal ini dinilai penting agar pembinaan atlet berjalan maksimal dan tidak stagnan.
Ketua Pengprov Tarung Derajat Lampung, Romi Saputra, menyebut kejuaraan ini diikuti atlet dari Bandar Lampung, Lampung Timur, Metro, Pesisir Barat, dan Tulang Bawang. Ia menambahkan, ajang ini menjadi tolok ukur kemampuan atlet sebelum berlaga di Porprov Lampung pada November 2026.
“Target kami jelas, tidak hanya ikut bertanding, tetapi harus bisa meraih medali emas dan menyiapkan atlet terbaik menuju PON 2028,” kata Romi.
Kejuaraan ini sekaligus menjadi seleksi awal untuk menghadapi Kejuaraan Nasional Tarung Derajat di Bandung pada Desember 2026. Romi berharap atlet Lampung bisa tampil kompetitif di level nasional.
Ke depan, Pengprov Tarung Derajat Lampung berencana menjadikan Kejursat sebagai agenda rutin tahunan. Langkah ini diambil untuk memperkuat sistem pembinaan dan meningkatkan prestasi atlet Lampung secara berkelanjutan.
Dengan adanya kompetisi rutin, diharapkan lahir atlet-atlet berkualitas yang mampu bersaing di Porprov, Kejurnas, hingga PON 2028. KONI Lampung pun mendukung penuh inisiatif ini sebagai bagian dari ekosistem olahraga daerah.