Bulog Lampung Siapkan Penyaluran Bantuan Pangan Tambahan, Serapan Gabah Capai 411.898 Ton hingga Awal Juli

Penulis: Rendi Kusuma  •  Jumat, 03 Juli 2026 | 20:05:31 WIB
Bulog Lampung siapkan penyaluran bantuan pangan tambahan dengan stok beras 301.811 ton.

BANDARLAMPUNG — Perum Bulog Kanwil Lampung mematangkan rencana penyaluran bantuan pangan tambahan dengan mengoptimalkan penyerapan hasil panen petani setempat. Kepala Wilayah Perum Bulog Kanwil Lampung, Rindo Safutra, menyatakan stok yang terkumpul menjadi fondasi utama dalam mendukung penugasan pemerintah selama tiga bulan ke depan.

Stok Beras Capai 301.811 Ton, Siap Salurkan Bantuan Tambahan

Serapan gabah yang mencapai 411.898 ton hingga awal Juli menghasilkan penguasaan stok setara 301.811 ton beras. Menurut Rindo, jumlah tersebut memastikan Bulog mampu menjaga stabilitas pasokan dan ketahanan pangan di Lampung.

"Ketersediaan stok tersebut menjadi fondasi utama dalam mendukung penugasan pemerintah untuk menyalurkan bantuan pangan tambahan selama tiga bulan," ujarnya di Bandarlampung, Jumat.

Pengalaman Salurkan Bantuan ke 1,26 Juta Penerima

Bulog Lampung, kata Rindo, telah berhasil menyelesaikan penyaluran bantuan pangan beras kepada 1.260.686 penerima bantuan pangan (PBP) di 15 kabupaten dan kota se-Provinsi Lampung. Keberhasilan itu disebut sebagai hasil sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan agar bantuan tersalurkan tepat waktu dan tepat sasaran.

Pengendalian Mutu dan Distribusi Diperketat

Selain memastikan kecukupan stok, Bulog Lampung memperkuat pengendalian mutu beras melalui pemeriksaan kualitas berkala, optimalisasi pengelolaan pergudangan, dan kesiapan armada distribusi. Koordinasi intensif dengan instansi terkait juga dilakukan untuk menjaga kualitas beras yang diterima masyarakat.

"Seluruh proses kami persiapkan secara matang, mulai dari pengendalian kualitas beras, kesiapan pergudangan, hingga distribusi," tambah Rindo.

Prinsip GCG Diterapkan di Setiap Tahapan

Sebagai BUMN yang mendapat penugasan pemerintah di bidang pangan, Bulog Lampung mengedepankan prinsip Good Corporate Governance (GCG) dalam setiap proses bisnis. Mulai dari penyerapan gabah, pengelolaan stok, pengolahan, penyimpanan, hingga penyaluran bantuan—semua dilaksanakan melalui mekanisme administrasi, pencatatan, audit, serta pengawasan internal dan eksternal sesuai ketentuan perusahaan dan peraturan perundang-undangan.

"Komitmen tersebut menjadi wujud konsistensi dalam menjaga akuntabilitas, transparansi, integritas, serta kepercayaan publik terhadap setiap pelaksanaan penugasan pemerintah," ucap Rindo.

Menjaga Keseimbangan Produksi dan Kebutuhan Masyarakat

Menurut Rindo, keberhasilan menjaga keseimbangan antara penyerapan produksi dalam negeri dan pemenuhan kebutuhan masyarakat menjadi peran strategis Bulog dalam mendukung program pemerintah di bidang pangan. Pihaknya memastikan bantuan dapat tersalurkan tepat waktu dan memberikan manfaat nyata bagi warga Lampung.

Reporter: Rendi Kusuma
Sumber: lampung.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top