LAMPUNG UTARA — Jembatan gantung sepanjang 16 meter dan lebar 1,7 meter ini dibangun untuk menggantikan akses darurat yang selama ini memaksa warga memutar jauh. Pengecoran pondasi difokuskan pada pemasangan besi coran dan pengecoran utama sejak pukul 08.00 WIB.
Pembangunan pondasi menjadi prioritas lantaran karakteristik Sungai Tulang Mas yang tak menentu. Saat kemarau, kedalaman air hanya sekitar 2 meter, namun saat hujan deras permukaan air bisa melonjak hingga 5,5 meter. “Pengecoran pondasi yang kokoh diharapkan mampu menahan hantaman debit air saat cuaca buruk,” demikian keterangan dari Pendim 0412/LU.
Jembatan Perintis Garuda bukan sekadar infrastruktur fisik. Bagi petani di dua desa, akses ini akan mempermudah pengeluaran hasil pertanian dan perkebunan menuju pasar tanpa harus melalui jalur yang lebih panjang. Sementara itu, anak-anak sekolah akan memiliki jalur aman menuju fasilitas pendidikan.
Meski hanya melibatkan satu personel Babinsa dan lima perwakilan warga Desa Negeri Sakti, semangat gotong royong tetap membara. Pengerjaan dilakukan secara manual namun terukur demi memastikan kualitas beton pondasi benar-benar solid.
Fluktuasi air Sungai Tulang Mas menjadi tantangan utama. Pada musim penghujan, volume air meningkat drastis hingga tiga kali lipat dari kondisi normal. Jika pondasi tidak kuat, risiko jembatan ambruk saat banjir bandang sangat tinggi. Oleh karena itu, proses pengecoran dilakukan dengan hati-hati dan mengutamakan ketahanan jangka panjang.
Hingga berita ini diturunkan, kegiatan pengecoran pondasi berjalan aman, tertib, dan lancar. Dengan fondasi yang mulai terbentuk, asa masyarakat untuk memiliki jembatan gantung yang aman kini selangkah lebih dekat menjadi kenyataan. Jembatan ini direncanakan membentang di atas sungai selebar 10 meter, menjadi penghubung vital bagi ribuan jiwa di dua desa.