TULANG BAWANG — Efisiensi anggaran yang tengah berjalan di Kabupaten Tulang Bawang mendorong Pemkab dan JMSI Lampung untuk merumuskan aturan baku kerja sama dengan media. Bupati Qudrotul Ikhwan menilai regulasi itu diperlukan agar kemitraan yang terjalin tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.
“Selama ini jalinan kerja sama dengan media sudah berjalan. Namun, di tengah efisiensi anggaran saat ini memang butuh regulasi pedoman kerja sama yang jelas. Ini yang saat ini diperlukan agar kerja sama yang dilakukan tidak berpotensi menciptakan masalah,” ujar Bupati.
Dalam pertemuan itu, Qudrotul Ikhwan memberikan apresiasi terhadap kinerja JMSI yang dinilainya mampu menjaga objektivitas dan akuntabilitas. Ia berharap profesionalisme itu terus dipertahankan.
“Selama ini kita melihat JMSI objektif dan akuntabilitasnya terjaga. Harapannya itu terus terjaga,” kata Bupati yang didampingi Asisten II, Kadis Pendidikan, Kadis Kominfo, Kepala Kesbangpol, dan Kadispora.
Ketua JMSI Lampung Ahmad Novriwan menegaskan bahwa pihaknya adalah organisasi perusahaan media yang terus berupaya memenuhi seluruh persyaratan sebagai perusahaan media profesional. Ia mendorong pemda untuk tidak ragu memilah media yang layak diajak kerja sama.
“Dalam situasi seperti saat ini perlu juga diingatkan bahwa Pemerintah Daerah harus berani mengambil keputusan terkait persyaratan yang harus dipenuhi bagi media yang akan menjalin kerja sama,” ujar Novriwan.
Ia juga menyampaikan harapan agar Bupati Tulang Bawang berani membuat terobosan program yang berpihak pada kepentingan masyarakat luas. “Bupati harus berani membuat program yang berpihak kepada masyarakat,” pungkasnya.