BANDAR LAMPUNG — PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Lampung memastikan kesiapan pasokan listrik dan infrastruktur Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) untuk mendukung operasional 200 unit taksi listrik Green SM yang mulai beroperasi di Bandar Lampung. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mempercepat transisi energi dan membentuk ekosistem kendaraan listrik di provinsi tersebut.
Manajer Strategi Pemasaran PLN UID Lampung, Bennie Adenata RAG, menyatakan sistem kelistrikan Lampung dalam kondisi andal. Daya mampu pasok tercatat sebesar 1.708 MW, dengan cadangan daya (reserve margin) mencapai 292 MW atau 17,1 persen.
"Kapabilitas sistem ini memberikan ruang yang cukup bagi pengembangan SPKLU dan pertumbuhan kendaraan listrik di Lampung," ujar Bennie dalam keterangan yang diterima, Selasa (10/6/2026).
PLN telah mengoperasikan 83 titik SPKLU yang tersebar di 51 lokasi di seluruh wilayah Lampung. Infrastruktur ini disiapkan untuk memudahkan pengguna kendaraan listrik melakukan pengisian daya, termasuk untuk armada taksi listrik Green SM.
Green SM resmi meluncurkan layanan taksi listrik di Lampung pada 9 Juni 2026. Lampung menjadi wilayah operasional ke-11 perusahaan tersebut di Indonesia, sekaligus yang pertama di Pulau Sumatera.
Pada tahap awal, sekitar 200 unit kendaraan listrik mulai dioperasikan. Jumlah ini akan bertambah secara bertahap sesuai dengan perkembangan kebutuhan layanan transportasi ramah lingkungan di Lampung.
PLN menyambut baik kehadiran layanan transportasi berbasis kendaraan listrik ini. Bennie menegaskan komitmen perusahaannya untuk mendukung percepatan transisi energi yang lebih ramah lingkungan di daerah.
"Kami berkomitmen memastikan keandalan pasokan listrik, serta kesiapan infrastruktur SPKLU untuk mendukung operasional kendaraan listrik, dan mendorong percepatan transisi energi yang lebih ramah lingkungan," kata Bennie.
Kehadiran taksi listrik ini diharapkan memperluas pilihan mobilitas masyarakat Lampung. Melalui sinergi antara PLN, Green SM, dan V-GREEN, pengembangan ekosistem kendaraan listrik diharapkan berlangsung lebih cepat.
Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya mendukung percepatan transisi energi, memperkuat iklim investasi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan melalui pemanfaatan energi bersih. PLN siap mengawal masuknya investasi dan pertumbuhan ekonomi daerah melalui pasokan listrik yang andal.