SUKADANA — Rutan Kelas IIB Sukadana menjadi saksi penutupan rangkaian kegiatan Pesantren Muharram 1448 H yang digagas Kelompok Kerja Penyuluh Agama Islam (Pokjaluh) Kabupaten Lampung Timur. Acara yang berlangsung Selasa (23/6/2026) itu tidak hanya menjadi seremoni, melainkan juga diisi dengan penyerahan bantuan sosial bagi warga binaan dan anak yatim.
Kepala Kantor Kemenag Lampung Timur, Drs. H. Marwansyah, menyebutkan bahwa inisiasi santunan ini merupakan wujud nyata pembinaan spiritual yang berpadu dengan kepedulian sosial. “Melalui kegiatan ini, kami berharap nilai-nilai keislaman yang telah dipelajari selama Pesantren Muharram dapat menjadi bekal bagi warga binaan untuk memperbaiki diri dan menjalani kehidupan yang lebih baik di masa mendatang,” ujarnya dalam sambutan.
Kolaborasi ini melibatkan Baznas Kabupaten Lampung Timur dan Dinas Sosial setempat. Selain santunan, Kemenag Lampung Timur juga membagikan buku tuntunan salat kepada peserta pesantren sebagai penguatan praktik ibadah sehari-hari.
Kepala Rutan Kelas IIB Sukadana, Mohammad Jawad Cirry, mengapresiasi program tersebut. Menurutnya, kegiatan ini sangat bermanfaat dalam membentuk karakter, meningkatkan keimanan, serta memberikan motivasi positif bagi warga binaan untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
Bupati Lampung Timur, Hj. Ela Siti Nuryamah, yang turut hadir dalam acara penutupan, menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin. Ia menilai program pembinaan keagamaan semacam ini berdampak positif bagi masyarakat, khususnya warga binaan dan anak-anak yatim piatu.
Para penerima manfaat menyambut baik bantuan yang diberikan. Mereka berharap program serupa dapat terus berlanjut sebagai bentuk perhatian terhadap pembinaan mental, spiritual, dan kesejahteraan sosial masyarakat di lingkungan pemasyarakatan.
Penutupan Pesantren Muharram 1448 H ini menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas sektor mampu menghadirkan program yang tidak hanya memperkuat nilai keagamaan, tetapi juga menumbuhkan semangat kepedulian dan kebersamaan bagi seluruh peserta, khususnya warga binaan pemasyarakatan di Rutan Kelas IIB Sukadana.