BANDAR LAMPUNG — Musyawarah Nasional (Munas) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) yang digelar di Novotel Lampung pada 10–11 Juni 2026 lalu tidak hanya menjadi ajang konsolidasi, tetapi juga momentum untuk merumuskan langkah strategis pemulihan ekonomi. Usai forum tersebut, pengurus daerah didorong untuk segera merealisasikan program kerja yang responsif terhadap tantangan pasar global.
Kabid Organisasi, Keanggotaan, dan Kaderisasi (OKK) HIPMI Syari'ah Lampung sekaligus Pengurus Bidang 8, Jamal, menyatakan bahwa forum tertinggi tersebut berjalan tertib dan penuh komitmen kebersamaan. Ia menegaskan bahwa Munas ini mengukuhkan posisi HIPMI sebagai wadah inklusif bagi wirausahawan muda untuk berkontribusi dalam pembangunan makro.
Jamal menggarisbawahi pentingnya merawat nilai filosofis organisasi yang tidak semata-mata mengejar profitabilitas sektoral. Menurutnya, pelaku usaha wajib memiliki kepedulian sosial, terutama dalam membuka lapangan pekerjaan baru di daerah.
"Pelaksanaan Munas HIPMI berjalan tertib dan dipenuhi komitmen kebersamaan. Forum tertinggi ini menegaskan posisi HIPMI sebagai wadah inklusif bagi wirausahawan muda untuk berkontribusi nyata dalam pembangunan makro," kata Jamal di Bandar Lampung, Selasa, 23 Juni 2026.
Pasca Munas, HIPMI Syari'ah Lampung berharap basis anggota dapat segera mengakselerasi program kerja yang adaptif terhadap transformasi digital. Pengembangan ekonomi kreatif dan pemanfaatan peluang investasi menjadi fokus utama yang disebut terbuka lebar saat ini.
"Kami optimistis program kerja strategis yang diputuskan di Lampung ini dapat membawa organisasi melangkah lebih solid, inovatif, serta mampu mencetak wirausahawan tangguh yang berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional," pungkas Jamal.
Penyelenggaraan Munas di Bandar Lampung tersebut mempertemukan perwakilan pengurus daerah untuk bertukar gagasan, memperluas jaringan kemitraan antardaerah, serta mengkaji inovasi mutakhir di tengah dinamisnya tantangan ekonomi global.