LAMPUNG — Public Relations & Event Executive AISMOLI, Riniwaty Sinaga, mengungkapkan bahwa masa berlaku insentif di bawah tiga tahun berisiko gagal menciptakan permintaan yang masif. Tanpa volume yang memadai, rantai pasok dan infrastruktur pendukung sulit berkembang secara organik.
"Di bawah tiga tahun belum terbentuk volume yang mendorong ekosistem bisa tumbuh tanpa intervensi pemerintah," kata Riniwaty saat dihubungi Antara, Kamis (3/4).
Menurut AISMOLI, periode tiga tahun dinilai strategis karena masih berada dalam satu periode kepemimpinan nasional. Hal ini memberikan jaminan bagi investor untuk merencanakan ekspansi pabrik dan jaringan servis tanpa khawatir kebijakan berubah drastis di tengah jalan.
Riniwaty menegaskan bahwa usulan ini bukan tanpa dasar. Asosiasi memproyeksikan butuh waktu setidaknya lima tahun agar industri mencapai pertumbuhan organik sepenuhnya. Namun, tiga tahun dianggap sebagai titik awal yang realistis untuk membangun momentum.
"Idealnya lima tahun untuk mencapai volume pertumbuhan organik," tambahnya.
AISMOLI tidak hanya menyoroti durasi insentif. Mereka juga mendesak pemerintah untuk menyiapkan regulasi teknis pendukung secara paralel. Jika aturan turunan baru disusun setelah insentif diumumkan, implementasi di lapangan berpotensi molor.
"Kami berharap kebijakan ini dirancang secara multi-years, dibarengi regulasi teknis juga perlu disiapkan sejak awal agar program dapat segera berjalan setelah aturan diterbitkan," ujar Riniwaty.
Langkah ini penting untuk menghindari celah birokrasi yang kerap menghambat penyerapan insentif di tahun-tahun sebelumnya.
Bagi konsumen, kepastian insentif jangka panjang berarti harga motor listrik bisa lebih kompetitif dalam waktu lebih lama. Saat ini, selisih harga antara motor listrik dan motor bensin masih menjadi hambatan utama adopsi massal.
Dari sisi produsen, skema multi-tahun memungkinkan perencanaan produksi yang lebih efisien. Pabrikan tidak perlu buru-buru mengejar target tahunan yang pendek, sehingga kualitas dan layanan purna jual bisa lebih terjaga.
AISMOLI menyatakan kesiapannya mendukung pemerintah apabila skema insentif terbaru segera diumumkan. "Kami selalu siap mendukung apabila pemerintah mengumumkan dalam waktu dekat untuk diimplementasikan," tutup Riniwaty.