Mobileye Siap Operasikan Robotaxi di AS Tahun Depan, Tantang Tesla dan Waymo dengan 17.000 Armada

Penulis: Rendi Kusuma  •  Sabtu, 20 Juni 2026 | 22:07:31 WIB
Mobileye siap meluncurkan layanan robotaxi di Amerika Serikat pada 2025 dengan armada awal 100 kendaraan.

LAMPUNG — Jakarta — Mobileye, perusahaan yang dikenal luas sebagai pemasok sistem Advanced Driver Assistance Systems (ADAS) dan chip EyeQ untuk puluhan pabrikan global, kini bersiap menjadi pemain langsung di bisnis transportasi otonom. CEO Mobileye, Prof. Amnon Shashua, memastikan layanan robotaxi akan dimulai di Amerika Serikat tahun depan dengan skala uji komersial terbatas.

“Pasar mobilitas otonom masih terbuka bagi pendekatan baru,” ujar Shashua, merujuk pada persaingan yang kian ketat di sektor ini. Keputusan Mobileye terjun langsung menjadi operator dinilai sebagai langkah berani, terutama di saat Ford dan General Motors justru mengurangi ambisi mereka di bidang kendaraan tanpa pengemudi.

Armada 100 Unit di 2025, Target 17.000 Unit dalam Lima Tahun

Mobileye akan mengoperasikan sekitar 100 kendaraan otonom tanpa pengemudi pada tahap awal. Jika uji coba berjalan sesuai target, perusahaan berencana memperluas armada secara signifikan. Dalam lima tahun ke depan, jumlah kendaraan yang beroperasi diproyeksikan mencapai sekitar 17.000 unit.

Langkah ini menempatkan Mobileye bersaing langsung dengan Waymo milik Alphabet, Zoox di bawah Amazon, dan Tesla yang terus mengembangkan layanan otonomnya. Uber juga tidak tinggal diam melalui kerja sama dengan produsen kendaraan listrik. Namun Mobileye mengklaim memiliki pendekatan berbeda yang tidak bergantung pada segelintir penyedia teknologi tertentu.

Platform Mobileye Drive Dipadukan dengan Moovit

Armada robotaxi Mobileye akan menggunakan sistem pengemudian otonom bernama Mobileye Drive. Teknologi ini diintegrasikan dengan platform mobilitas Moovit yang juga berada dalam satu ekosistem perusahaan. Kombinasi keduanya memungkinkan pengelolaan perjalanan, navigasi multimoda, manajemen armada, hingga pengawasan operasional kendaraan secara real-time.

Mobileye menegaskan ekspansi ke bisnis robotaxi tidak akan mengubah komitmennya sebagai pemasok teknologi bagi produsen otomotif global. Sebaliknya, layanan ini dianggap sebagai sarana untuk mempercepat adopsi teknologi sekaligus mengumpulkan data operasional dalam skala besar. “Ini juga untuk membuktikan kemampuan platform Mobileye Drive dalam kondisi nyata,” tulis perusahaan dalam pernyataan resmi.

Dari Kamera Tunggal ke 200 Juta Chip EyeQ

Perjalanan Mobileye dimulai pada 1999 ketika Prof. Shashua mengembangkan teknologi visi komputer berbasis kamera tunggal dari riset akademiknya di Hebrew University of Jerusalem. Saat itu, industri otomotif percaya bahwa sistem keselamatan canggih membutuhkan radar mahal atau kombinasi beberapa kamera. Mobileye memilih jalur berbeda: satu kamera dan algoritma perangkat lunak yang mampu mengenali kendaraan dan lingkungan sekitar.

Pendekatan tersebut menjadi fondasi bagi perkembangan sistem ADAS yang kini digunakan secara luas di berbagai merek mobil. Seiring meningkatnya kebutuhan komputasi, Mobileye mengembangkan chip khusus bernama EyeQ. Generasi pertama diperkenalkan pada 2004. Hingga saat ini, lebih dari 200 juta chip EyeQ telah dipasang pada berbagai model kendaraan di seluruh dunia.

Peluncuran robotaxi menjadi langkah logis berikutnya. Dari perusahaan yang membangun “otak” bagi kendaraan modern, Mobileye kini ingin membuktikan teknologinya mampu menjalankan layanan transportasi otonom dalam skala besar — langsung di jalan raya, bukan sekadar di atas kertas.

Reporter: Rendi Kusuma
Sumber: technologue.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top