BANDAR LAMPUNG — Perbasi Cup Piala Gubernur Lampung 2026 menjadi panggung kebangkitan basket di Sai Bumi Ruwa Jurai. Ajang ini tak sekadar turnamen, melainkan ruang pembinaan bagi pebasket usia dini untuk merasakan atmosfer pertandingan kompetitif sejak awal.
Sekjen PP Perbasi Nirmala Dewi menyaksikan langsung pertandingan di GOR Bandar Lampung, Sabtu (20/6/2026). Ia mengaku bangga melihat antusiasme masyarakat dan semangat pengurus daerah yang menjadi modal penting mendorong kemajuan basket di Lampung.
"Lampung luar biasa, sambutannya hangat. Kompetisi ini menjadi wadah bagi anak-anak usia dini untuk ikut bertanding dan berkembang," kata Nirmala.
Menurutnya, kejuaraan seperti Perbasi Cup membuktikan pembinaan basket di Lampung bergerak ke arah lebih baik. Ia menilai atmosfer kompetitif sejak usia dini menjadi kunci lahirnya atlet-atlet berkualitas di masa depan.
Tak hanya memantau pembinaan atlet, Nirmala menaruh perhatian serius pada sektor perwasitan. Ia menyebut hampir semua DPD Perbasi di Indonesia masih kekurangan wasit profesional.
"Fokus kami sekarang memang di perwasitan, karena hampir semua DPD masih kekurangan wasit. Ke depan kami ingin ada wasit profesional berlisensi nasional, bahkan kalau bisa berlisensi FIBA dari Lampung," ujar Nirmala.
Kunjungan ke Lampung dimanfaatkan untuk melihat sejauh mana perkembangan kualitas wasit daerah. PP Perbasi saat ini memberi fokus besar pada penguatan SDM wasit, terutama mendorong lahirnya wasit berlisensi nasional hingga level internasional.
Antusiasme masyarakat Lampung terhadap basket dinilai menjadi modal besar. Dukungan pemerintah daerah dan swasta yang terlibat dalam Perbasi Cup menunjukkan ekosistem basket mulai terbangun dengan baik.
Jika pembinaan atlet dan wasit berjalan beriringan, Lampung berpotensi menjadi salah satu pemasok talenta basket nasional. Target wasit berlisensi FIBA dari Lampung bukan sekadar wacana, melainkan kebutuhan mendesak untuk memajukan kualitas pertandingan di daerah.