BANDAR LAMPUNG — Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung mencatat 12 jemaah haji asal daerah itu meninggal dunia selama musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi. Kepala Kanwil Kemenag Lampung Ansori F. Citra menyebutkan, santunan asuransi bagi ahli waris sudah diatur sesuai ketentuan.
"Jemaah yang wafat akan mendapatkan asuransi sebesar Bipih yang telah ditetapkan pada tahun ini," kata Ansori dalam keterangannya, Jumat.
Data yang dihimpun panitia penyelenggara ibadah haji (PPIH) Debarkasi Antara Lampung menunjukkan, para korban berasal dari kloter yang berbeda. Berikut rinciannya:
Meski angka kematian tercatat, Ansori menilai pelaksanaan haji tahun ini lebih baik dibandingkan musim sebelumnya. Menurutnya, jumlah jemaah yang sakit dan menjalani perawatan di rumah sakit justru menurun.
"Tahun ini pelaksanaan haji jauh lebih baik dibandingkan tahun lalu. Memang ada yang sakit, tetapi tidak banyak dan tidak ada yang keluar masuk rumah sakit," ujarnya.
Proses pemulangan jemaah Debarkasi Antara Lampung masih berlangsung. Hingga Jumat, 13 kelompok terbang (kloter) telah tiba di Indonesia dengan total 5.735 jemaah mendarat di Bandara Soekarno-Hatta. Sebanyak 5.710 di antaranya sudah sampai di Asrama Haji Rajabasa, Bandar Lampung.
PPIH mencatat 12 jemaah memilih tanazul atau pulang melalui Jakarta. Selain itu, 14 jemaah sakit beserta pendamping masih berada di Jakarta, sementara enam jemaah lainnya masih menjalani perawatan di Arab Saudi. Seluruh proses pemulangan dijadwalkan rampung dalam pekan mendatang. (*)